Wali Kota Semarang Ingatkan Masyarakat Ikut Andil Cegah Korupsi

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengingatkan kepada  masyarakat agar ikut andil dalam pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah kota (pemkot). Salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi Laporan dan Pengendalian Gratifikasi Kota Semarang (Lopissemar).

Melalui inovasi itu, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa melaporkan temuan-temuannya terkait dugaan korupsi. Hal ini juga sebagai wujud atau upaya pemkot untuk mencegah korupsi di jajarannya, sekaligus menindaklanjuti adanya dugaan perkara korupsi.

Lebih lanjut, ia menerangkan jika Pemkot Semarang juga sudah gencar melakukan sosialisasi kepada komunitas-komunitas terkait pencegahan korupsi. Yakni dengan aktif melakukan pengawasan kinerja jajarannya. Kolaborasi juga sudah dilakukan agar perkara korupsi di Kota Semarang bisa diminimalisir.

Baca juga:  Mendag Zulkifli Hasan Pantau Stok dan Harga Bapok di Pasar Karangayu

“Kami kerap menyampaikan sosialisasi tentang pencegahan korupsi ke banyak komunitas, sekolah, Dharma Wanita, dan PKK. Kami juga berharap komunitas seni seperti Dewan Kesenian Kota Semarang bisa ikut mengedukasi masyarakat, karena tahun lalu ada pentas-pentas seni. Salah satunya juga terkait dengan gerakan dan edukasi antikorupsi,” ucapnya usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait Indikator Kabupaten/Kota Antikorupsi bersama KPK RI di Balai Kota Semarang, Selasa (23/1/24).

Dirinya berharap, dengan upaya ini Kota Semarang bisa menjadi contoh kota antikorupsi. Selain itu, diharapkan masyarakat ikut terlibat, meski tidak diminta pun masyarakat bisa ikut mengawasi.

Baca juga:  Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Dermaga Nelayan Tambaklorok

Sementara itu, Kasatgas Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Ditpermas) KPK RI, Rino Haruno menerangkan, jika pihaknya kini tengah menyusun indikator-indikator penjagaan korupsi melalui FGD di kabupaten/kota. Dari hasil kegiatan ini, ia mengakui jika peran masyarakat sangatlah penting untuk pencegahan antikorupsi.

Oleh karena itu, dia berharap seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) bisa terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat. Yakni guna mewujudkan wilayah bebas korupsi.

“Kita menyusun indikator, bagaimana penjagaan korupsi tidak hanya di sistem saja, tetapi juga ada peran serta masyarakat dan penanaman nilai integritas di kabupaten-kota,” ujarnya. (int/adf)