Gedung Butterworth di Kota Lama Roboh

TAMPAK DEPAN: Kondisi Gedung Butterworth yang merupakan bangunan cagar budaya yang berada di Kawasan Kota Lama Semarang yang roboh, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Gedung Butterworth yang merupakan bangunan cagar budaya yang berada di Kawasan Kota Lama Semarang roboh, belum lama ini. Lebih lanjut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama tim cagar budaya melakukan pemeriksaan gedung bekas pusat ekspor rempah tersebut. Pemerintah juga memantau gedung-gedung tua di kawasan Kota Lama yang tidak digunakan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso mengakui kesulitan dalam mencari pemilik bangunan di Kota Lama. Termasuk Gedung Butterworth yang baru saja roboh.

“Banyak pemilik bangunan yang tidak berada di Semarang, sehingga sulit untuk menghubunginya. Beruntung kami berhasil mendapatkan nomornya, dan segera meminta untuk menyelamatkan sisa bangunan yang roboh,” ungkapnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Posko 05 UIN Walisongo Lakukan Kunjungan ke Ketua RW Patemon, Gunungpati Semarang

Ia menilai gedung yang roboh itu lantaran banyak rusak akibat usia dan kurangnya perawatan yang baik. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Semarang terus berupaya mengingatkan para pemilik bangunan untuk merawat aset mereka di Kota Lama Semarang. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL), Tim Cagar Budaya, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pekerjaan Umum juga langsung mengamankan sisa material bangunan yang roboh tersebut.

“Kayu dan kusen ini memiliki nilai otentik dan tidak mungkin direproduksi, sehingga perlu dilestarikan. Orang yang dipercayai oleh pemilik gedung juga hadir. Jadi kami meminta untuk mengamankan sisa bangunan tersebut agar tidak roboh lagi,” tambahnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Posko 11 UIN Walisongo Ikut Turut Ikut Serta Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Kandri

Menurutnya, revitalisasi bangunan sebenarnya merupakan wewenang pemilik. Namun pemkot juga akan terus memantau, karena banyak bangunan yang kokoh dari luar tetapi mengalami kerusakan di dalam.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendorong kepada pemilik gedung di kawasan Kota Lama untuk melakukan perawatan. Pihaknya juga meminta para pemilik gedung tua di Kawasan Kota Lama untuk bisa melakukan revitalisasi agar tetap terawat.

Setidaknya, lanjut dia, ada sekitar 10 bangunan di kawasan Kota Lama Semarang yang tidak diketahui pemiliknya. Termasuk bangunan milik BUMN yang tak digunakan, ia meminta agar segera direvitalisasi.

Baca juga:  Bawaslu Kota Semarang Ajak ASN Tetap Netral selama Pilkada

“Kami berupaya melakukan pencegahan agar tidak terjadi lagi bangunan yang roboh. Ada sekitar 10 (bangunan, Red.) yang tidak diketahui. Ada yang masih sengketa,” terang Mbak Ita. (hms/adf)