Kudus  

Kudus Capai Target Pajak Daerah Rp 183,8 Miliar

JELASKAN: Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan pada Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Pudjiastuti Setianingrum menjelaskan pendapatan pajak daerah di ruangan, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pendapatan pajak daerah Kabupaten Kudus mencapai target. Pencapaiannya sebanyak Rp 183,8 miliar dari yang ditargetkan sebanyak Rp 174,2 miliar. Sehingga selisih yang diperoleh 105,47 persen di 2023.

Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan pada Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Pudjiastuti Setianingrum menjelaskan, pendapatan pajak daerah terus diupayakan agar bisa mencapai target. Hal tersebut, masyarakat mulai sadar dengan adanya bayar pajak.

“Kami percaya saat ini sudah ada beberapa pos penerimaan yang melampaui target. Penerimaan tersebut, berasal dari 10 pos yang laporannya kita terima setiap tahun,” ucapnya.

Baca juga:  MI NU Baitul Mukminin dan SD 4 Jekulo Raih Juara Umum Lomba Atletik

Ia merinci, adapun pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah (Perda) terdiri atas, PBB-P2 Rp 45,2 miliar, BPHTB Rp 44,3 miliar, BPJT Rp 64,4 miliar, reklame Rp 3,7 miliar, pajak air tanah Rp 4,3 miliar, hotel Rp 3,8 miliar, Resrotan Rp 16,5 miliar, hiburan Rp 741,9 juta, parkir Rp 602,1 juta, dan sarang burung walet Rp 9,7 juta.

“Sementara itu, untuk pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) tidak ada yang mengajukan,” katanya.

Dirinya menambahkan, tahun ini akan ditargerkan sebesar Rp 181,4 miliar. Dengan demikian, BPPKAD sudah mengantisipasi agar tetap mencapai target. Melihat perkembangan tahun sebelumnya masih bisa melebihi target. Hanya saja, dirinya tetap mengupayakan agar masyarakat tertib bayar pajak.

Baca juga:  Gempur Rokok Ilegal, Berswara Suguhkan 15 Karya

“Kami selalu mengupayakan agar pendapatan pajak tetap mencapai target dari tahun ke tahun. Dengan cara sosialisasi pajak kepada masyarakat biar mereka yang belum melunasi pajak bisa segera lunas. Dengan catatan, bunga nunggak pajak terhitung 2 persen perbulan. Maksimalnya selama 48 kali,” jelasnya kepada Joglo Jateng. (cr3/fat)