Dukung Kebutuhan Petani, Kementan Siapkan Benih dan Pupuk Bersubsidi

Mentan RI Andi Amran Sulaiman
Mentan RI Andi Amran Sulaiman. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Kementerian Pertanian (Kementan) RI berkomitmen akan mendampingi dan memberikan dukungan penuh untuk aktivitas tanam petani. Dukungan tersebut berupa benih unggul dan pupuk bersubsidi di berbagai daerah.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman, telah melangsungkan peninjauan tanam padi di Kelompok Tani Barokah, Pedukuhan Blawong, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, beberapa waktu lalu. Untuk memastikan kesiapan benih dan pupuk bersubsidi bagi petani.

“Pemerintah akan mendukung kebutuhan dan mendorong aktivitas petani. Di tahun ini telah menambahkan alokasi anggaran Rp 14 triliun untuk pupuk,” ungkapnya.

Baca juga:  Polda: Kejahatan Jalanan di DIY Turun Drastis

Sementara itu, untuk mencukupi suplay pangan, pihaknya sudah memastikan ada 13 provinsi yang melakukan tanam serentak. Hal itu menunjukkan, tiga bulan ke depan akan panen, atau pada Maret dan April merupakan waktu panen puncaknya.

“Indonesia ini cukup tanam 1 juta hektar per bulan sudah aman. Karena produksinya sudah mencapai 2,5-3 juta. Itu sesuai dengan kebutuhan Indonesia per bulannya,” terangnya.

Menurutnya, pertanian kerap menjadi sektor unggulan di banyak daerah, lantaran berpotensi membangkitkan perekonomian masyarakat. Potensi itu akan lebih maksimal bila dikembangkan melalui sentuhan teknologi dan inovasi.

Baca juga:  Pemkab Bantul Wacanakan Semua Sekolah Jadi Favorit

“Gagasan besarnya adalah transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Dengan demikiain, kita dapat bersaing terhadap negara lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menambahkan, Bantul dengan luas baku sawah 14.945 hektar mampu menghasilkan padi 22.924 ton per tahun, atau produktivitas 5,4 ton per hektar. Bahkan, beberapa kelompok tani sudah mampu melalukan tanam padi dengan pola IP400.

“Gerakan tanam ini perlu terus dilakukan, apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan. Sehingga kondisinya harus dimanfaatkan dengan maksimal, agar hasil pertaniannya juga maksimal,” paparnya.(nik/sam)