Mansur Pastikan tak Ada Politik Uang

Bupati Pemalang Mansur Hidayat
Bupati Pemalang Mansur Hidayat. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Bupati Pemalang pastikan tak akan ada politik uang atau Jual Beli Jabatan (JBJ) pada seluruh tahapan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di wilayahnya. Seleksi tahap II JPTP Eselon II telah dimulai sejak 15 Januari, dan hingga Kamis (25/1) lalu baru ada 17 pendaftar pada 12 formasi yang dibuka.

Bupati Pemalang Mansur Hidayat menegaskan, di wilayahnya tidak ada praktik JBJ atau politik uang pada pelaksanaan seleksi JPTP Eselon II, baik di tahapan pertama dan kedua. Bahkan ketika ada pihak yang menawarkan, dirinya secara pribadi dengan tegas menolak perilaku melanggar hukum itu, karena ia ingin pada tahapan seleksi ini mendapatkan kandidat terbaik untuk memimpin organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca juga:  Harso Susilo Dilantik sebagai Kepala Disdukcapil Pemalang

“Sudah saya tegaskan, di Seleksi JPTP tidak ada JBJ, karena kita bersih. Dan setelah seluruh tahapan tes dilakukan, semuanya diberikan kepada bupati yang memiliki hak prerogatif sebagai kepala daerah memilih salah satu calon. Tapi di sini tidak ada yang mempengaruhi, semua atas keputusan pribadi saya,” ucapnya.

Seperti pada tahap pertama, bupati akan kembali memilih Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebagai lembaga akademisi yang memberikan soal tes untuk para peserta. Alasannya karena lembaga tersebut menjadi salah satu lembaga terbaik di Indonesia dalam pelaksanaan tes seleksi, setelah Universitas Indonesia (UI).

Baca juga:  Satpol PP Pemalang Bentuk Satlakar untuk Cegah Kebakaran

“Ada 12 formasi yang kita buka, yaitu JPTP pada Satpol PP, Disparpora, Dispusarda, DLH, Disperik, Disdukcapil, Disnaker, Inspektorat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, dan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan. Seleksi nanti hampir serupa dengan yang kemarin. Kita menggunakan UNS sebagai lembaga akademisi yang melakukan tes,” jelasnya.

Untuk sementara, pada website Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemalang di laman https://bkd.pemalangkab.go.id/ terdata ada 17 pendaftar di 12 formasi yang dibuka. Dengan jumlah pendaftar terbanyak ada di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah yaitu empat pendaftar. (fan/abd)