DKP Bantul Dorong Modernisasi Pertanian di Bantul

MEMBAJAK: Tampak petani di salah satu wilayah di Bantul sedang membajak sawah menggunakan traktor. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP) Kabupaten Bantul terus berupaya melakukan modernisasi di bidang pertanian. Hal itu sejalan dengan tujuan Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah merencanakan, untuk efisiensi dan peningkatan produktivitas hasil panen.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan, modernisasi pertanian yaitu penggunaan alat mesin pertanian (Alsintan) dilakukan untuk budidaya dari tanam sampai dengan panen. Hal ini akan berdampak pada efisiensi tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas.

“Kalau manual membutuhkan 20 orang, dengan mesin bisa dikerjakan hanya satu orang. Artinya akan efisien, biaya tanam bisa turun sampai 60 persen,” ungkapnya.

Baca juga:  Pendaftaran PPDB Kota Jogja: Wajib Pendataan Ulang bagi 3 Kategori Calon Siswa

Kemudian, menurutnya pertumbuhannya juga akan merata. Sekaligus, modernisasi ini akan berdampak menumbuhkan minat generasi milenial untuk bertani. “Kami mendorong pertanian modern ini, akan menurunkan biaya produksi mencapai 60 persen. Tidak hanya itu, bahkan produksinya bisa naik 20-25 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, DKP Bantul menyebutkan, pihaknya memang sudah mendorong untuk melakukan modernisasi pertanian. Berbagai alsintan sudah dimiliki oleh kelompok tani atau petani perseorangan di Bantul.

“Penggunaan mesin seperti traktor, alat tanam dan panen sudah kita lakukan. Bahkan semua kelompok sudah menggunakan mesin, terutama traktor,” pungkasnya.(nik/sam)