Pemanfaatan Pompa Hidram: Teknologi Ramah Lingkungan dan Biaya Rendah

Penulis: Sudirman, SST., MM.
Penyuluh Kehutanan Ahli Madya
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov. Jateng

AIR merupakan sumber daya alam paling penting di planet bumi sebab menjadi esensi dari semua kehidupan. Secara sederhana, air juga bisa diartikan sebagai sumber kehidupan dan tanda kehidupan (Geologinesia, 2018).

Dalam pemenuhan kebutuhan air, manusia memerlukan alat dari sumber mata air atau sumur agar sampai ke tempat penampungan. Peralatan yang yang diperlukan berbeda-beda antara satu desa dengan desa yang lainnya.

Beberapa desa ataupun kecamatan yang sulit mengalirkan air, dikarenakan tempat sumber mata air berada di bawah dan lebih rendah dari pemukiman masyarakat. Maka dari itu dibutuhkan alat yang ramah lingkungan seperti pompa hidram.

Pompa hidram merupakan alat yang dapat digunakan untuk menaikkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi secara hidraulis dengan energi yang berasal dari air itu sendiri. Fungsi dari pompa hidram yaitu menjadi alat bantu pengalir air untuk hunian serta bangunan yang tidak jauh dari lokasi pompa hidram. Sumber air yang dapat dialirkan bisa dari bermacam-macam tempat. Seperti air sungai dan sumber mata air dengan syarat air yang dialirkan bebas sampah.

Aliran air merupakan syarat agar pompa hidram dapat bekerja. Jika debit air dari sumber air memiliki debit yang kecil maka pompa hidram tidak dapat berkerja secara maksimal.

Pompa hidram adalah alat penyalur air tanpa menggunakan energi listrik maupun bahan bakar. Melainkan menggunakan energi kinetik yang berasal dari aliran air yang masuk ke pompa itu sendiri.

Pompa hidram juga memiliki manfaat dari segi ekologi, pompa hidram memiliki keuntungan. Karena tidak menggunakan mesim motor sebagai penggerak dan tanpa bahan bakar. Sementara kelemahannya yaitu jika terdapat dedaunan atau seresah masuk dalam saluran air yang menuju ke pompa dapat menyebabkan pompa berhenti bekerja.

Penggunaan pompa hidram tidak dapat berjalan secara efektif jika memiliki sumber mata air yang memiliki debit air yang sedikit. Maka dari itu dalam rangka pelestarian sumber mata air diadakannya kegiatan perbanyakan tanaman. Hal ini dilakukan agar tanaman yang disekitar sumber mata air dapat menjaga mata air agar tidak rusak dan mengering.

Ada beberapa kriteria dalam pemilihan tanaman yang akan dijadikan tanaman pelestarian sumber mata air Kaligua. Yaitu memiliki perakaran yang kuat dan dapat menyerap air dalam jumlah yang banyak.

Masyarakat Dusun Bodas Desa Mendelem Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang yang berada di sekitar hutan sebagian besar mata pencahariannya sebagai petani, penggarap lahan hutan, serta penderes getah pinus. Dalam pemenuhan kebutuhan air, masyarakat mengandalkan sumber mata air Kaligua.

Pemenuhan kebutuhan air menggunakan pompa hidram di Dusun Bodas Desa Mendelem Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang lebih efektif dikarenakan dapat menekan biaya yang lebih kecil dibandingkan dengan pembuatan sumur atau menggunakan listrik untuk menyedot dari sumber mata air Kaligua.

Untuk menjaga agar debet air tetap stabil maka diperlukan pelestarian sumber mata air. Jenis tanaman yang ada di sekitar sumber mata air seperti aren adalah tanaman terbanyak di area sumber mata air Kaligua. Dikatakan juga bahwa jika daerah yang banyak ditumbuhi oleh tanaman aren, akan muncul mata air mata air sebagai sumber air bagi masyarakat (Gunawan, 2019). Selain aren, masih terdapat jenis pohon yang memiliki sifat yang kurang lebih sama. Termasuk pohon ficus seperti beringin dan karet kebo.

Namun pelestarian sumber mata air masih memiliki kekurangan seperti penyediaan bibit untuk keperluan perbanyakan tanaman di area sumber mata air masih tergolong susah. Dikarenakan persemaian setempat tidak memproduksi tanaman beringin, aren, atau karet kebo. Dalam permasalahan ini solusi yang dipilih adalah melakukan stek batang, cangkok angina, dan cangkok air di induk tanaman. (*)