109 Pegawai Pemkot Semarang Resmi Pensiun

SIMBOLIS: Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyerahkan SK Pensiun ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang TMT 1 Maret sampai 1 April 2024 di Ruang Lokakrida Balai Kota Semarang, Senin (29/1/24). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sebanyak 109 pegawai di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi pensiun.  Hal itu dinyatakan saat Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun Aparatur Sipil Negera (ASN) TMT 1 Maret sampai 1 April 2024 di Ruang Lokakrida Balai Kota Semarang.

Usai simbolis penyerahan SK pensiun, Ita, sapaan akrab Hevearita, memberikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian para ASN selama mengemban tugas. Dirinya juga berdoa agar para ASN yang telah pensiun tersebut selalu diberikan kelancaran dan kesehatan.

Baca juga:  Kebijakan Zero Pungutan di Jateng Dinilai Perlu Dikaji Ulang

“Ya tentu kita mengapresiasi. Terima kasih sudah berdedikasi untuk Kota Semarang dan kita harapkan nanti kita semua juga mendapatkan ilmu. Karena yang kita tahu kan pasti teman-teman punya tempat di masing-masing bidang dan keahliannya,” ucap dia, Senin (29/1/24).

Terkait dengan kekosongan jabatan, ia meminta kepada Balai Kepegawaian dan Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang untuk segera membuat mekanisme pengisian jabatan. Sehingga pekerjaan yang ada bisa segera dilanjutkan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono mengatakan terkait penyerahan SK ini, ada dari Eselon II yaitu Nana Storada. Kemudian Eselon III ada 4 orang, Eselon IV 18 orang, jabatan fungsional ada 55 orang, dan pelaksana ada 31 orang.

Baca juga:  Kerusakan Lingkungan Kian Masif, KLHK Sosialisasikan FOLU Net Sink 2030

Kemudian, kekosongan jabatan juga akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt) dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Di samping itu, Ita mengungkapkan, pihaknya juga akan membuat kaderisasi untuk pengisian jabatan.

“Kekosongan ini sementara diisi Plt dan nanti ada penataan tentu membutuhkan pertimbangan secara matang karena menempatkan seseorang itu kita harus tahu kelebihan masing-masing orang karakteristiknya. Dan untuk Eselon II sesuai dengan ketentuan memang harus ada seleksi terbuka, tetapi eselon tiga ke bawah masih mekanisme belum seleksi terbuka. Tapi kami sudah mulai juga menyusun uji kompetensi,” pungkasnya. (int/adf)