Perkuat Kader Keamanan Pangan dengan BPOM

BERSAMA: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama Kepala SDN Kasihan Harsiana Wardani dan dinas terkait tengah melakukan kunjungan ke sekolah, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – SDN Kasihan Bantul merupakan sekolah ramah anak berbasis budaya, sekaligus menjadi program intervensi sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman 2023. Hal itu bertujuan meningkatkan pemahaman dan komitmen keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendukung, terhadap Penguatan Kader Keamanan Pangan yang diadakan oleh SDN Kasihan Bantul. Dengan tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen praktik keamanan pangan di kalangan siswa sekolah.

“Budaya seperti ini harus dilanjutkan untuk kedepannya. Terutama bagi para kader keamanan pangan, yang telah berusaha keras menjadikan SDN Kasihan Bantul sebagai sekolah dengan PJAS Aman,” paparnya.

Baca juga:  Rembuk Stunting dan Kick Off Intervensi Serentak Jadi Solusi Pencegahan Stunting

Menurutnya, Bantul telah menerima Predikat KLA level utama dengan berbagai upaya. Seperti memastikan anak-anak mendapatkan pangan jajanan sekolah yang sehat dan aman. “Dengan asupan makanan yang baik ini, diharapkan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat dan berkualitas”, imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SDN Kasihan Harsiana Wardani menyatakan, program ini sangat bermanfaat. Dengan melakukan langkah-langkah, seperti renovasi kantin sekolah setelah mengikuti program intervensi.

“Hasilnya, SD kami berhasil maju ke tingkat nasional dalam lomba pangan, menjadi perwakilan DIY. Melalui program ini, kami telah melakukan dua kali kunjungan ke kantor BPOM DIY,” ungkapnya.

Baca juga:  Tiga Kekerasan Terjadi di Bantul dalam Empat Hari

Pihaknya menambahkan, selama 2023 ada sebanyak 23 sekolah di DIY mengikuti intervensi serupa, mulai dari SD hingga SMA/SMK. Melalui intervensi tersebut, SD Kasihan Bantul berhasil menjadi salah satu sekolah perwakilan DIY.

“Tentu sangat senang sekali kami telah berhasil melewati proses intervensi. Sampai kemudian terpilih menjadi perwakilan DIY,” tuturnya.(suf/sam)