PPDB Inklusi Dibuka Mulai 1 Februari

Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto
Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang segera membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2024 khusus anak-anak penyandang disabilitas atau sekolah inklusi untuk satuan pendidikan SD maupun SMP negeri. Pendaftaran tersebut dimulai dari gelombang I pada 1 hingga 28 Februari mendatang. Dilanjut, gelombang II pada 4 sampai 26 Maret 2024.

Sementara, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan psikologis akan dilakukan mulai 5 Februari hingga 30 April. Kemudian pengumuman pada 10 Juni 2024.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengukapkan, pendaftaran inklusi ini menjadi prioritas yang wajib didahulukan. Hal itu lantaran, mereka merupakan bagian dari siswa afirmasi yang nantinya akan masuk melalui metode PPDB baru.

Baca juga:  KPK Beri Bimtek Keluarga Berintegritas pada 35 Kepala Dinas

“Penerimaan PPDB inklusi mendahului pelaksanaan PPDB reguler, sesuai amanah kementerian pendidikan, semua sekolah akan diarahkan sebagai sekolah inklusi. Semuanya harus siap, baik internal tenaga pendidik, bapak ibu guru,” ucapnya saat sosialisasi PPDB Inklusi dan Tes Kesiapan Sekolah Tahun Ajaran 2024/2025 melalui Zoom Meeting, Senin (29/1/24).

Nantinya, kata Bambang, pihaknya akan membuat beberapa model sekolah inklusi ideal yang diperlukan. Diharapkan para guru bisa melaksanakan pembelajaran bersama antara siswa normal dengan siswa berkebutuhan khusus.

Berdasarkan Keputusan Sekjen Kemendikbud Tentang Pedoman Pelaksanaan Jalur Afirmasi untuk calon peserta didik penyandang disabilitas dibuktikan dengan beberapa hal yang harus dilengkapi. Di antaranya surat keterangan dari dokter atau dokter spesialis, surat keterangan dari psikolog. Kemudian kartu penyandang disabilitas yang dikeluarkan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sosial.

Baca juga:  Bawaslu Jateng Petakan Kerawanan Coklit Pemilih

Adapun alur asesmen yang harus dilakukan, orang tua atau wali calon peserta didik SD ataupun SMP Negeri inklusi wajib mendaftar secara langsung pada panitia PPDB. Tempatnya berada di depan Bidang Pembinaan SMP, Kantor Disdik Kota Semarang. Jadwalnya setiap Senin hingga Kamis pukul 08.30 sampai 14.00. Sementara Jumat dari pukul 8.00 hingga 11.00.

Beberapa persyaratan pendaftaran dokumen wajib dibawa. Antara lain fotokopi KK atau KTP orang tua atau wali, serta kartu identitas anak atau akta kelahiran.

“Ada dokumen tambahan seperti kartu penyandang disabilitas anak (jika memiliki, Red.). Dokumen yang membuktikan tercatat di DTKS atau penerima PKH/BPNT/PIP atau memiliki KIP (khusus bagi warga yang kurang mampu, Red.),” terang Bambang.

Baca juga:  Pakar: Polemik Kecurangan PPDB Kerap Terjadi Tiap Tahun

Sementara itu, Koordinator Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) Kota Semarang, Dr. Putri M P, M.Psi, Psikolog menyampaikan, peserta didik usia 5 sampai 6 tahun per 1 juli 2024, mereka bisa sekolah. Namun, harus dipastikan memiliki 2 hal yaitu kecerdasan dan bakat istimewa serta kesiapan psikis.

“Dengan usia yang masih 5 tahun ini mereka memiliki kapasitas melanjutkan menyelesaikan ke sekolah dasar tanpa ada hambatan apapun. Bagi yang akan memasuki SD dan SMP Negeri inklusi Semarang wajib untuk mengikuti jalur afirmasi ini,” ujarnya. (int/adf)