SMA 1 Kudus Ajak Siswa Kunjungi Destinasi Lokal

AKTIF: Siswi SMA 1 Kudus saat praktik membatik dalam kunjungan ke destinasi Kudus, Senin (29/1/24). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 432 siswa SMA 1 Kudus mengunjungi beberapa tempat wisata berbasis kearifan lokal. Siswa yang terbagi menjadi 48 kelompok itu antusias mengikuti kegiatan yang terangkum dalam P5 tersebut.

Wakil Kepala SMA 1 Kudus, Teguh Prasojo menjelaskan, satu dari rangkaian kegiatan P5 adalah konservasi ke daerah lokal dengan daya tarik wisata di Kudus. Diantaranya Anyaman Bambu Desa Jepang, Kopi Muria Desa Colo, Sentra Bordir Padurenan, Batik dan Gebyog Kaliwungu.

“Dengan kegiatan kunjungan tersebut kami ingin para siswa bisa tahu kekhasan daerahnya masing-masing. Apalagi Kudus memiliki kekayaan kearifan lokal yang bisa diandalkan,” jelasnya, Senin (29/1/24).

Baca juga:  BUMDes Murakabi Kelola Sampah Jadi Wisata Edukasi

Seminggu setelah ini, lanjut Teguh, siswa akan melaporkan hasil kunjungannya dalam gelar karya bersama. Adapun bentuk laporannya berbentuk video dokumenter.

“Sebelum kunjungan siwa dibekali cara membuat video dokumenter. Kami siapkan narasumber dan mereka diberi pelatihan. Sehingga hasilnya juga bisa maksimal,” imbuhnya.

Teguh menilai antusias siswa saat melakukan kunjungan. Mereka aktif dalam ikut praktik pembuatan batik dan juga aktif bertanya.

“Karena tujuan kami melalui kegiatan ini bisa memberi penekankan sikap karakter yang dikemas dalam satu kegiatan project kunjungan. Dan bisa menambah pengetahuan kepada siswa sebagai generasi penerus di Kabupaten Kudus,” harapnya.

Baca juga:  SD Muhammadiyah BW Kudus Jalin Kerja sama dengan IISM

Salah satu siswa kelas 10, Meitridian Arkadiah, mengaku senang dengan even semacam ini. Ia merasa bangga sebab ternyata Kudus memiliki banyak kearifan lokal yang unik dan mengesankan.

“Sangat senang dan bangga. Ternyata Kudus kaya akan kearifan lokal. Menurut saya hal ini sangat penting apalagi semakin maraknya generasi muda yang lebih menyukai budaya barat daripada lokalitasnya,” ungkap siswa asal Grobogan ini.

Meitridian menceritakan kunjungannya ke Jenang Karomah dan Kopi Muria. Ia bersama teman-temannya mendapatkan pengetahuan tentang asal usul jenang, tradisi tebokan dan cara pembuatan jenang. Halnya di Kopi Muria, ia dapat mengetahui pembuatan kopi.

Baca juga:  Jadi Leading Sector SPBE, Diskominfo Kudus Garap Aplikasi Satu Pintu

“Sebanyak 12 kelas tersebut dibagi menjadi kelompok. Kebetulan kelompok kita kebagian di Jenang dan Kopi Muria,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kunjungan tersebut siswa aktif melakukan dokumentasi sebagai bagian dari persiapan gelar karya minggu depan. Ia berhara Kudus semakin kaya akan kearifannya, semakin berkembang dan lebih terkenal.

“Kudus punya banyak kearifan lokal. Maka generasi muda termasuk pelajar juga harus aktif menggali sejarah dan kearifan lokalnya,” pungkasnya. (cr1/fat)