Jepara  

Beredar Obat Kadaluwarsa, Masyarakat Diimbau Jeli

Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Vita Ratih Nugraheni
Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Vita Ratih Nugraheni. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara angkat suara terkait hasil sidak Komisi C DPRD Jepara yang menemukan apotek menjual obat-obatan kadaluwarsa. Dari temuan itu, Dinkes menyampaikan telah menindaklanjuti kepada Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih jeli dalam membeli produk obat yang akan dibeli.

“Masyarakat harus jeli dalam melihat tanggal kadaluwarsa obat. Jeli juga terhadap penggunaan serta penyimpanan obat,” ucap Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Jepara, Vita Ratih Nugraheni, kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  KPU Jepara akan Terjunkan 3.414 Pantarlih

Menurutnya, Dinkes Jepara juga telah menegur kepada pihak apotek yang menjual obat kadaluwarsa itu. Saat di mintai informasi, pihak apotek berjanji tidak mengulanginya lagi.

“Sebelumnya sudah kami ingatkan. Bulan kemarin juga sudah ditegur untuk menyisihkan produk yang kadaluwarsa. Namun, saat kami cek ada satu apotek yang masih belum menyisihkan,” jelas Vita.

Ia juga menegaskan Dinkes Jepara telah menjalin kerjasama dengan Faskes (Fasilitas kesehatan) di seluruh Jepara agar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, dan nantinya Dinkes akan lebih intens mengecek setiap apotek.

Baca juga:  Pemkab Jepara Perintahkan Pemdes Sisir Anak Tidak Sekolah

“Dinkes juga bekerjasama dengan faskes agar dapat memberikan edukasi terkait obat yang akan dibeli. Nantinya, kami juga akan lebih intens dalam mengecek,” katanya.

Lebih lanjut terkait temuan Komisi C, Vita menyampaikan bahwa dari 150 apotek yang tersebar di Jepara hanya terdapat tiga apotek yang menjual obat kadaluwarsa. “Perlu saya luruskan, tidak banyak. Tapi memang ada beberapa apotek yang menjual obat kadaluwarsa. Ada obat yang titipan juga katanya belum di ambil oleh pihak ketiga,” ungkap Vita.

Ditemukannya obat jenis salep dan obat jenis minyak kadaluwarsa produk tersebut tercatat mulai pertengahan 2023 dan Januari 2024. Ada juga, apotek lain yang menjual produk susu untuk lansia yang masa akhir kadaluwarsanya tahun lalu. Sebelum disidak, obat tersebut masih disimpan di rak display apotek dan dijual kepada konsumen. (cr4/gih)