Muslimat Berperan Berikan Kontribusi Bagi Masyarakat

FOTO BERSAMA: Pj. Ketua Muslimat Bantul Nadhiroh Mudjab berfoto bersama jajaran pengurus Muslimat Kabupaten Bantul. (DOK.PRIBADI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Berdiri sejak 1946, badan Otonom Muslimat NU memiliki peran penting di kalangan perempuan NU dan masyarakat umum. Berbagai agenda keumatan terus dilakukan untuk menuntut masyarakat dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Penjabat (Pj) Ketua Muslimat Kabupaten Bantul Nadhiroh Mudjab menyampaikan, awal mula berdirinya muslimat merupakan semangat dari para perempuan NU dalam memperjuangkan kesetaraan dan memaksimalkan peran. Pada waktu itu, berpendapat untuk mendirikan organisasi mandiri bagi kaum perempuan.

Iduladha

“Semangat awal lahirnya Muslimat karena menyadari perempuan harus mempunyai organisasi sendiri. Karena, kalau tidak membentuk organisasi nanti akan ketinggalan informasi, zaman dan tidak tahu perkembangan,” ujarnya.

Hal itulah yang kemudian terwujud pada 29 Maret 1946, pada saat momen Muktamar ke-16 di Purwokerto, Jawa Tengah. “Jangan sampai ibu-ibu hanya di rumah, perempuan harus terlibat dalam agenda keumatan. Akhirnya terbentuklah muslimat NU ini,” ungkapnya.

Baca juga:  Puluhan Warga Geruduk Kantor BRI Bantul, Minta Kejelasan Pelelangan Sepihak

Sedangkan, Muslimat Bantul memiliki berbagai program kemasyarakatan yang diampu oleh berbagai bidang. Di antaranya pendidikan anak usia dini, sosial, ekonomi-koperasi, dakwah dan lainnya. “Pendidikan kami punya lembaga pendidikan jenjang TK, yakni Raudatul Athfal (RA) sekitar 100 lebih,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam bidang kesehatan sering bekerja sama dengan pemerintah dalam menanggulangi permasalahan, misalnya seperti pencegahan dan penurunan angka stunting. Program ini telah menjadi rutin yang sering dilakukan pihaknya.

“Sekarang yang lagi marak soal stunting. Kemarin, waktu pelantikan pengurus wilayah muslimat DIY juga ada program ibu asuh, yang dimaksudkan menurunkan angka stunting,” tuturnya.

Pihaknya menyampaikan, dalam rangka penurunan stunting ini, Muslimat Bantul sering melakukan sosialisasi ke daerah-daerah yang memiliki angka cukup tinggi. Sasarannya ibu-ibu hamil dan anak-anak.

Baca juga:  KPU Kota Yogyakarta Lantik 205 Petugas Pemilu, Petugas Pantarlih Segera Dibentuk

“Kami sosialisasi agar ibu-ibu yang sedang mengandung mempunyai pengetahuan tentang kehamilan. Sehingga jangan sampai pada mereka kekurangan gizi yang menyebabkan anaknya terkena stunting,” katanya.

Tidak hanya sosialisasi, pihaknya memberikan makanan tambahan seperti telur dan lainnya sebagai sumber gizi bagi anak. Bahkan, program ini tidak hanya dilakukan kepada padukuhan, tapi juga di lembaga pendidikan TK dan RA.

“Semuanya kita masuki, lalu dikumpulkan wali murid dan anak-anak, kita beri makanan tambahan tersebut. Jadi bisa disimpulkan kiprah Muslimat memang di segala bidang. Bahkan, kita juga menanganinya secara total,” ujarnya.

Adapun, kemudahan program itu tidak terlepas dari dukungan organisasi Muslimat yang berada di akar rumput. Mulai dari pengurus cabang setingkat kabupaten, anak cabang di kapanewon, ranting di kalurahan, serta anak ranting yang berada di padukuhan. “Jadi punya kelompok atau organisasi. Sehingga instruksi atau informasi dari pusat cepat sekali sampai ke bawah, sekaligus memudahkan dalam mengeksekusinya,” tambahnya.

Baca juga:  KPU Kota Yogyakarta Segera Lakukan Pleno Penetapan Hasil Kursi Legislatif

Pihaknya berharap, dalam rangka memperingati Harlah NU ke-101 ini, NU bisa selalu eksis dan berada di jalur hitohnya saat didirikan. Yaitu menjadi organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.

“Harapannya, semoga NU selalu solid menjunjung tinggi ajaran Ahlulsunnah Wal Jamaah, etika juga harus dibawa. Kerena NU artinya membangkitkan para ulama. Sehingga selaku anggota muslimat, mari kompak bersatu, rukun dan tunjukkan NU itu bisa menjadi suri tauladan,” pungkasnya.(nik/sam)

DPRD Batang