Tokoh Agama Jateng Minta Agama tak Jadi Komoditi Politik

SUASANA: Pembacaan deklarasi mewujudkan pemilu damai oleh Gerakan Kebangsaan (Gerbang) Watugong di Vihara Tanah Putih, Selasa (30/1/24). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Tokoh agama yang tergabung dalam Gerakan Kebangsaan (Gerbang) Watugong menyerukan deklarasi untuk mewujudkan pemilu damai. Mereka meminta agar kelompok agama tidak dijadikan komiditi politik oleh oknum-oknum tertentu.

Secara bergantian, dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jateng Taslim Syahlan. Para tokoh agama ini menyerukan perwujudan pesta demokrasi yang digelar lima tahunan ini berjalan damai dan aman. Kegiatan tersebut berlangsung di Vihara Tanah Putih, Selasa (30/1/24).

Ketua FKUB Jateng Taslim Syahlan menyampaikan hari Pemilihan Umum (Pemilu) makin dekat. Berita tentang berbagai gesekan politik dan ujaran yang saling menyudutkan satu sama lain pun kian banyak beredar. Karena itu pihaknya berharap seluruh komponen masyarakat di Jateng untuk bisa menjalankan Pemilu dengan jujur, adil, dan bermartabat.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Posko 69 UIN Walisongo Bersih-bersih Musholla di Dukuh Lebang Desa Wanar Semarang

“Kami mohon kepada semua pihak agar tidak memanfaatkan agama sebagai komoditi politik. Apalagi politik identitas misalnya yang cenderung melukai perasaan saudara sendiri,” jelas Taslim.

Kendati pantauan sampai saat ini berjalan lancar. Taslim mengaku masih ditemukan para pendukung yang membawa nama-nama atau simbol agama. “Mari kita laksanakan kampanye yang bermartabat, tidak mempersekusi atau menggunakan teori atau praktik kampanye hitam,” imbuhnya.

Menurutnya, para tokoh agama berkumpul ini murni agar persaudaraan tetap terjalin. Sekaligus tidak terkoyak oleh Pemilu karena perbedaan pendapat atau pilihan. Pihaknya menyebut sampai saat ini belum ada laporan terkait penggunaan tempat ibadah untuk kampanye.

Baca juga:  Tingkatkan Mitigasi Perubahan Iklim melalui Rakerkes

Kendati demikian masing-masing tokoh agama tetap rutin memberikan tausiyah kebangsaan. Diharapkan dengan wejangan ini masyarakat di Jateng tetap adem ayem. FKUB bersama jejaring Gerbang Watugong serta 49 organisasi lainnya di Jateng siap menjaga serta menjalankan Pemilu aman dan damai.

“Tolong jangan (terpecah) karena beda agama jadi pemantik ketidakrukunan. Yang penting kita rukun. Jadi syahwat politik boleh tinggi, tapi kita tetep rukun, damai, adem,” ungkapnya.

Sementara Anggota Gerbang Watugong Suster Krista berharap adanya kontestasi politik ini ada salah satu calon yang mengedepankan pemberdayaan perempuan. Sebab kelompok tersebut memang membutuhkan perhatian lebih. “Paslon yang peduli perempuan belum begitu nampak, siapapun yang terpilih, saya harap bisa memberi perhatian pada perempuan, anak-anak, kelompok rentan, yang memang harus diperhatikan,” akunya. (luk/gih)