Figur  

Perempuan Berperan Besar di Keluarga dan Masyarakat

Rhetno Arobiatul Jauzak
Rhetno Arobiatul Jauzak. (DOK.PRIBADI/JOGLO JOGJA)

PEREMPUAN adalah sosok yang menjadi tauladan bagi sebuah generasi. Tak ayal, kerap muncul kisah inspiratif perempuan tangguh yang tidak pernah mengenal lelah menjalani sejumlah peran yang dilakoninya. Apalagi sebagai seorang ibu, kepala rumah tangga dan aktivis Nahdlatul Ulama (NU).

Salah satunya Rhetno Arobiatul Jauzak, yang kini menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Yogyakarta. Perempuan yang menjadi aktivis Gender ini merupakan sosok hebat yang sukses berkhidmah di NU. Sekaligus berhasil memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya.

Bagi perempuan yang akrab disapa Rere ini, peran seorang ibu tidak melulu harus berhenti mendidik dan mengurus anak. Namun harus turut aktif di masyarakat. “Perempuan berhak mengekspresikan dan mengembangkan potensi, serta kemampuan dalam dirinya. Adapun peran langsung yang dilakukan adalah seorang anak, istri, ibu dan anggota masyarakat,” terangnya.

Baca juga:  Dari Hobi Menjadi Bisnis: Kisah Sukses Nawa Vertikal, Pengusaha Muda Make Up Artis

Lebih lanjut, dalam posisi anggota masyarakat, perempuan dan laki-laki memiliki hak dan kewajiban sama, berhak menerima perlakuan baik dan berkewajiban menciptakan masyarakat sehat. Maka perannya berupa pekerjaan yang setara maupun berorganisasi.

“Namun ketika beraktivitas di luar rumah, jangan sampai mengorbankan tugas utamanya sebagai seorang istri dan ibu,” tegasnya.

Menurutnya, perempuan ibarat sekolah, jika dididik dengan baik berarti telah mempersiapkan sebuah bangsa baik. Dengan tangan kirinya menggoyang buaian dan tangan kanannya menggenggam dunia, perempuan merupakan tiang negara.

Wanita menjadi sosok tauladan bagi sebuah generasi, sehingga harus dipersiapkan matang menuju suatu perubahan. Pasalnya, memiliki peranan penting yang tidak dapat diabaikan. Banyak sekali peranan, baik dalam kehidupan keluarga, ekonomi, politik, sosial kebudayaan, hingga pendidikan dan agama.

Baca juga:  Semangat Tampil di Hari Kesaktian Pancasila

Hal itu yang selalu ditegaskan oleh Rere untuk anggotanya. Dalam berorganisasi menekankan para kader lebih memprioritaskan keluarga.

“Organisasi butuh orang yang bertanggung jawab dan komitmen. Tetapi, jangan sampai merusak rumah tangga. Artinya rumah tangga prioritas di bawah organisasi. Kepentingan organisasi adalah bagaimana menjadikan keluarga itu maslahah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ketika peringatan hari ibu, Rere memaknainya hanya sebagai simbol kecil apresiasi perjuangan seorang perempuan yang sudah berperan banyak. “Makna hari ibu ini mendalam, karena seorang yang capek dan melakukan semuanya untuk anak dan suami. Meski hanya hal kecil itu menjadi bentuk teristimewa,” ungkapnya.

Baca juga:  Jadikan Ibu sebagai Role Model Gapai Cita-cita

Menurutnya, menjadi seorang ibu tidak mudah. Namun, juga hal yang menyenangkan. “Karena memiliki peran besar dan dampak besar untuk mencerdaskan generasi selanjutnya. Perannya juga dibutuhkan sejak awal hingga akhir,” tandasnya.(bam/sam)