REMBANG, Joglo Jateng – Kabupaten Rembang memiliki aset desa yang bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata. Tercatat saat ini ada 28 desa wisata yang sudah terbentuk sampai dengan 2023 lalu. Dimana, ke 28 desa wisata tersebut sudah ber SK resmi dari Bupati Rembang
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Muttaqin mengatakan, ada beberapa kategori desa wisata. Diantaranya ada Desa Wisata Rintisan, Desa Wisata Berkembang, Desa Wisata Maju dan Desa Wisata Mandiri.
“Dari data yang ada, Rembang memiliki 4 desa maju, 4 desa rintisan, dan 20 desa berkembang. Sementara kategori desa mandiri belum ada,” ucap Muttaqin.
Dia menambahkan, desa wisata telah menyebar di beberapa kecamatan. Seperti di Kecamatan Lasem ada 10 desa wisata. Kemudian Kecamatan Rembang 5 desa wisata. Kecamatan Kaliori ada 2 desa wisata. Kecamatan Bulu ada 1 desa wisata. Kecamatan Kragan ada 2 desa wisata. Kecamatan Sedan ada 3 desa wisata. Kecamatan Pancur ada 1 desa wisata. Kecamatan Gunem ada 1 desa wisata.
“Ada lagi di Kecamatan Pamotan ada 1 desa wisata dan Kecamatan Sulang ada 2 desa wisata. Masing-masing desa punya potensi dan ciri khas yang harus terus digali,” ujarnya.
Sementara itu, Sub Koordinator Pemberdayaan dan Pembinaan Pariwisata, Ninik Sukmasari menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus berproses dan berbedah dengan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Pariwisata. Karena sebagai pelaku usaha pariwisata harus dibekali dengan pemahaman Sapta Pesona dan Sadar Wisata. Yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.
“Tahun ini dalam perencanan akan ada penambahan 2 desa wisata yang akan di canangkan dan ditetapkan sebagai desa wisata baru. Karena saat ini sudah ada satu desa yang melakukan pengajuan assesment di tahun kemarin untuk menjadi desa wisata. Tetapi tetap membutuhkan proses penilaian assesment dan pengevaluasian dari tenaga teknis yang berkompeten,” tuturnya.
Dia berharap, dengan adanya desa wisata tersebut diharapkan terus ada peningkatan, termasuk dalam peningkatan pemberdayaan masyarakatnya. Sehingga dengan adanya desa wisata, masyarakat jadi lebih berdaya, perekonomian lebih meningkat. Kemudian pendapatan setiap kepala rumah tangga juga meningkat, menjadikan masyarakat di lingkup desa wisata menjadi lebih makmur.
“Selain meningkatkan PAD, kami juga berharap pendapatan dimasing-masing desa wisata bisa terangkat sehingga dapat mengurangi kemiskinan di Kabupaten Rembang,” pungkasnya. (cr3/fat)










