Dewan Minta Masyarakat Terlibat Awasi Perkembangan PAD

DISKUSI: Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Mualim, Kepala Sub Bidang Penagihan Pajak Daerah Bapenda Kota Semarang Mulyo Cahyono bersama akademisi dalam acara Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang di Fave Hotel Diponegoro Semarang, Kecamatan Candisari, Kamis (1/2/24). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta kepada masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan perkembangan pajak daerah (PAD) di Kota Semarang. Baik di sektor hiburan, restoran, pariwisata, maupun perhotelan.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mengatakan, pendapatan asli daerah (PAD) di Ibu Kota Jawa Tengah setiap tahun mengalami kenaikan. Terutama pada sektor restoran, yang semakin berkembang di sejumlah wilayah.

“Kita bayangkan restoran ini menjamur otomatis harus meningkat (PAD-nya, Red.),” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng usai acara Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang di Fave Hotel Diponegoro Semarang, Kamis (1/2/24).

Baca juga:  Disdik Kota Semarang Gelar Semifinal OSN Tingkat Kota

Selain itu, kata dia, dalam meningkatkan PAD, dirinya juga meminta kepada Pemkot Semarang untuk bisa menggali potensi-potensi yang ada. Namun jika ada sektor yang pajaknya harus dinaikkan, diupayakan angkanya tidak terlalu tinggi.

Di sisi lain, ia menerangkan, semua kebijakan dalam meningkatkan PAD harus dilalui dengan proses kajian. Seperti contohnya, dari sektor parkir apa saja yang harus dilakukan supaya peningkatan retribusi daerah ini tercapai.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Penagihan Pajak Daerah Bapenda Kota Semarang, Mulyo Cahyono menambahkan, pihaknya saat ini sedang berupaya mendorong aset-aset milik Pemkot Semarang yang bisa dimanfaatkan dengan mobilitas yang cukup. Sehingga dapat menambah pendapatan.

Baca juga:  Mendag Tinjau Stok Beras di Pasar Bulu Semarang

“Artinya optimalisasi aset sebetulnya ranah bidang aset BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Red.). Tapi kami sebagai koordinator dari pemerintah kami juga melaporkan terkait pemanfaatan atau pendapatan yang lain,” terangnya.

Dalam meningkatkan PAD di Kota Semarang, kata Mulyo, pihaknya mengaku konsisten dalam bidang bisnis. Yakni dengan melakukan pendataan ulang kembali potensi yang bisa digarap pada tahun ini. (int/adf)