Kudus  

Masyarakat di Kecamatan Gebog Utamakan Perbaikan Infrastuktur

DENGARKAN: Camat Gebog bersama jajaran dan pihak lainnya saat Musrenbang, beberapa waktu lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gebog menghasilkan usulan dari masyarakat. Program prioritas di desa yang paling utama terkait infrastruktur.

Camat Gebog Fariq Mustofa mengatakan, dalam kegiatan ini di hadiri oleh Bappeda, bersama tim OPD Dinas teknis terkait. Diantaranya PUPR, Kominfo, BKK, Dinas Sosial dan lain sebagainya.

“Ada juga menghadirkan seluruh stakeholders yang ada diwilayah Kecamatan Gebog. Mulai dari Kepala Desa, BPD, MWC NU, PC Muhammadiyah, disabilitas, forum anak, tokoh masyarakat semua hadir pada kesempatan pagi hari ini,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, bersama masyarakat membahas Rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) tahun 2025. Pasalnya, desa bisa mengusulkan 4 program prioritas yang akan dieksekusi oleh OPD teknis tingkat Kabupaten. Setiap desa bebas mengusulkan bidang apapun. Mulai dari bidang infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan lainnya.

Baca juga:  Pj Bupati Kudus Minta Anggota Dewan Terpilih Tuntaskan Program yang Belum Terlaksana

“Kita telah melihat 4 program prioritas yang telah diusulkan desa. Rata-rata mereka mengusulkan dibidang insfrastruktur. Karena yang paling urgent dibutuhkan masyarakat saat ini adalah insfrastruktur seperti jalan, saluran irigasi, dan jembatan” jelasnya.

Dia menambahkan, alokasi tersebut bersumber dari dana yang diperoleh APBD, dana bagi hasil cukai, dan pokir. Rencananya 2024 ini khusus insfrastruktur sendiri dianggarkan sebesar Rp 16 miliar.

“Ada usulan lain dari masyarakat terkait  peserta keikutsertaan, perencanaan setiap kegiatan baik ditingkat desa maupun kecamatan, akses disabilitas dan pelayanannya, perhatian pemerintah desa kepada BUMDes, dan penanganan stunting.

Harapannya seluruh usulan desa dapat di diakomodir dan dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten. Artinya, pembangunan di wilayah Kemacatan Gebog ini berjalan sesuai harapan masyarakat dan berintegrasi ditingkat kabupaten.

Baca juga:  206 Calon Jemaah Haji Kudus Kloter Pertama Diberangkatkan
FOKUS: Seluruh peserta yang hadir tampak fokus didalam forum, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus, Lilieq Ngesti Widiasuryani menyampaikan dari hasil musrenbang, beberapa usulan masayarkat tidak ada yang menyinggung terkait pemberdayaan masyarakat yang sifatnya nonfisik. Mereka hanya menyinggung yang sifatnya fisik saja.

“Saya tidak bisa memberikan masukan apapun kepada kecamatan terkait musrenbang itu. Namun, saya hanya sedikit memberikan masukan bahwa di permas itu punya kegiatan yang sifatnya nonfisik,” terangnya.

Meskipun tidak sempat disinggung, dia menambahkan, dia berharap dari masyarakat itu juga bisa menyinggung yang sifatnya nonfisik seperti di kecamatan lain. Misalnya usulan yang sifatnya nonfisik tentang pelestarian punden. Yang katanya tidak ada kepedulian dan tidak diberikan ruang. Dari dinas PMD bisa menanggapi. Bahwasannya pihaknya punya kegiatan satuan tugas (satgas) adat istiadat nilai sosial budaya. Masyarakat bisa menggunakan akses tersebut. Yang mana sudah tercantum anggaran dari APBDes juga.

Baca juga:  RS Mardi Rahayu Tambah Ruang Inap Akibat Lonjakan Pasien

“Di Kecamatan Gebog tadi usulan tentang pemberdayaan masyarakat tidak ada. Sehingga kami tidak bisa memberikan masukan apapun. Kami tidak mendapatkan apapun dari musrenbang yang dapat kami sinkronkan dengan Dinas PMD. Karena disana tadi rata-rata usulan berupa fisik semua,” ungkap Lilieq di Aula Balai Desa Padurenan, Gebog. Jum’at, (2/2/2024).

Momen sangat disayangkan, dia mengatakan, padahal kegiatan tadi menghadirkan banyak unsur masyarakat bahkan disabilitas, anak sekolah, tokoh-tokoh masyarakat tertentu. Nonfisiknya tidak tersentuh, tidak terkeluarkan dari masyarkat.

“Disana dinyatakan tidak ditemukan masyarakat yang mengeluh tentang pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya. (cr3/fat)