Budaya  

Pawai Grebeg Sudiro Solo, Berlangsung Meriah di Tengah Gerimis Hujan

SAMBUT HARI RAYA: Peserta menampilkan pertunjukan seni Liong pada kirab tradisi Grebeg Sudiro menjelang Imlek di Solo, Minggu (4/2/24). (ANTARA/JOGLO JATENG)

PAWAI budaya Grebeg Sudiro di Solo, menjelang Tahun Baru Imlek berjalan meriah di tengah gerimis hujan yang terjadi sejak siang hari, Minggu (4/2/24). Warga mulai terlihat memenuhi jalan sejak pukul 14.00. Meski demikian, pawai baru dimulai sekitar pukul 15.00.

Beberapa pengisi acara yang mengikuti pawai, di antaranya topeng ireng dan kelompok barongsai. Meski kondisi hujan, tidak mengurangi antusiasme penonton maupun pengisi acara untuk memeriahkan acara tahunan tersebut.

Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa mengatakan Pawai Grebeg Sudiro merupakan acara yang diselenggarakan setiap tahun. Sehingga seharusnya pelaksanaannya makin baik.

Baca juga:  Pawai Alegoris Tunjukkan Kekayaan Sejarah, Budaya, dan Kreativitas

“Baik dari penyelenggaraan, perencanaan. Kalau cuacanya ya memang bersamaan dengan Imlek, ya seperti ini,” katanya.

Ia berharap pada tahun depan penyelenggaraan Grebeg Sudiro akan makin baik. Sehingga penonton lebih nyaman ketika menikmati pawai tersebut.

Sebelumnya, Lurah Sudiroprajan Asthywiana S Leo mengatakan ada beberapa rangkaian acara pada Grebeg Sudiro yang berlangsung mulai tanggal 27 Januari. Beberapa acara yang terselenggara, di antaranya Umbul Mantram yang merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas berkat yang telah diberikan.

Selain itu, ada acara pawai budaya, bazaar UMKM, dan wisata perahu yang rutin diadakan setiap penyelenggaraan Grebeg Sudiro. Asthywiana mengatakan, acara Bazaar UMKM dan wisata perahu akan berlangsung pada tanggal 28 Januari -10 Februari.

Baca juga:  Gelar Merti Dusun sebagai Wujud Rasa Syukur

“Ini menjadi daya tarik pada Grebeg Sudiro. Untuk perahu wisata ini tiketnya masih sama, yakni Rp 10 ribu,” katanya.

Sebagai penutup, dikatakannya, akan diselenggarakan Heritage and Harmony Grebeg Sudiro. Penutupan tersebut akan diselenggarakan di Convention Hall Tirtonadi pada tanggal 22 Februari.

Sementara itu, Grebeg Sudiro yang tahun ini memasuki usia ke-15 tersebut masuk ke dalam Karisma Event Nusantara. Penyelenggaraan ini jadi wadah budaya dari berbagai lapisan masyarakat.

“Tahun ini kami masuk jadi salah satu dari 100 top event nasional dalam program Kemenparekraf. Bersama empat event lain di Solo, kami ikut bergabung Karisma Event Nusantara,” kata Asthywiana. (ara/adf)