Pemkab Bantul Sebut Masalah Kekeringan Linier dengan Kemiskinan

TINJAU: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama Kepala DPMK Bantul Sri Nuryanti melihat langsung kondisi sumur bor di Padukuhan Kalidadap I, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Senin (5/2/24). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyebutkan masalah kekeringan linier dengan kemiskinan. Hal itu lantaran air merupakan kebutuhan primer yang sangat diperlukan bagi masyarakat, baik kebutuhan rumah tangga maupun lainnya.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, masalah air sangat memiliki hubungan yang linear dengan kemiskinan. Pasalnya, kekurangan air dapat menyebabkan berbagai potensi yang terjadi.

“Kekurangan air menyebabkan berbagai potensi dapat terjadi. Pasalnya yang seharusnya bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber mata pencarian akhirnya tidak bisa dijalankan,” terangnya.

Menurutnya, seperti mendirikan usaha kuliner atau lainnya tidak bisa dilakukan. Bahkan, potensi lain di pertanian, yang merupakan mata pencarian masyarakat selama bertahun-tahun juga mengalami hambatan.

Baca juga:  Inspektorat Bantul Turun Tangan Selesaikan Polemik Seleksi Carik Kalurahan Tamanan

“Maka, penuntasan masalah kekurangan air ini menjadi prioritas dan akan terus kita genjot. Sehingga harapan kami, tidak ada lagi daerah di Bantul yang kesulitan air,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (DPMK) Kabupaten Bantul Sri Nuryanti menyampaikan, masyarakat Padukuhan Kalidadap I sudah sejak lama mengalami kekurangan air bersih. Bahkan, selama musim kemarau kemarin, merupakan daerah yang di dropping air cukup besar.

“Untuk mengatasi hal ini, sebenarnya pada 2019 dan 2021 lalu sudah kita anggarkan membuat sumur bor, akan tetapi banyak anggaran yang di refocusing, dialihkan penyelesaian Covid-19. Sehingga pembangunan ini baru bisa dilaksanakan pada APBD Perubahan di Oktober lalu,” terangnya.

Baca juga:  Prayata IX Ajang Pembentukan Karakter Pelajar DIY

Menurutnya, dari sumur bor akan menghasilkan volume air sebanyak tujuh meter kubik per jam. Setidaknya akan ada 150 kartu keluarga yang akan menikmati air bersih.

“Di sini sangat potensial untuk pertanian seperti buah-buahan, tanaman pangan dan lain-lain. Tapi karena terkendala air, potensi itu tidak bisa maksimal. Sehingga ke depan, setelah dibangunnya sumur ini, berbagai potensi itu bisa dimaksimalkan,” imbuhnya.(nik/sam)