Dinkes Kota Yogyakarta Berikan Pelayanan IVA dan Sadanis Gratis

PANTAU: Masyarakat saat melakukan pengecekan kesehatan di salah satu puskesmas di Kota Yogyakarta, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengajak seluruh msayarakat untuk melakukan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) dan deteksi dini kanker payudara melalui sadanis, yang dapat dilakukan di seluruh puskesmas se-Kota Yogyakarta secara gratis. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga dalam melakukan deteksi dini kedua penyakit tersebut.

Kepala Seksi Pengendalian Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Yogyakarta Iva Kusdyarini mengatakan, dalam melaksanakan pemeriksaan itu, dapat dilakukan bagi wanita usia subur umur 30-50 tahun. Serta, memiliki seksual aktif, sudah menikah dan merupakan penduduk kota atau domisili di Kota Yogyakarta.

Baca juga:  Penjualan Hewan Kurban Alami Lonjakan

“Untuk kuota tidak terbatas, hanya sesuai kemampuan pelayanan di puskesmas pada hari dan jadwal layanan. Jika pasien berlebihan akan diarahkan di jadwal berikutnya,” ungkapnya.

Adapun pengecekan IVA dan Sadanis sebagai deteksi dini kanker leher rahim dan payudara, hasilnya langsung bisa diketahui. Sedangkan, capaian pemeriksaan di 2023 baru mencapai 3,86 persen atau sekitar 2.491 wanita dari 64.510 wanita usia subur.

“Untuk mencegah penyakit kanker serviks dan payudara, maka masyarakat kami imbau untuk mengendalikan faktor risiko perilaku yang tidak sehat. Seperti obesitas, kurang aktivitas fisik, kurang makan buah dan sayur, merokok, hubungan seks bebas, maupun alkohol,” tuturnya.

Baca juga:  Caturharjo Jadi Satu-satunya Kalurahan Mandiri Pengolah Sampah di Bantul

Selain itu, lingkungan dan memiliki riwayat genetik penderita kanker dalam keluarga ibu atau saudara kandung, juga dapat memicu. Pihaknya berharap masyarakat semakin sadar pentingnya upaya deteksi dini kanker leher rahim dan payudara, agar jika ditemukan sejak dini segera tertangani.

“Sampai saat ini kegiatan promotif dan preventif terkait upaya deteksi dini ini telah dilaksanakan setiap tahun. Dengan bekerja sama atau bermitra bersama PKK dan kader kesehatan di wilayah. Serta menggandeng organisasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI),” pungkasnya.(riz/sam)