Tampilkan Budaya Nusantara di HUT ke 40 SMP 2 Jati

UNJUK GIGI: Pelajar SMP 2 Jati kompak mempersembahkan Tari Kretek Kudus sebagai warisan budaya lokal dalam Gelar Karya di HUT ke 40 SMP 2 Jati, Selasa (6/2/24). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Beragam budaya bersatu dalam Hari Ulang Tahun (HUT) ke 40 tahun SMP 2 Jati. Dalam even itu, sebanyak 808 pelajar bersama guru menampilkan ragam karya budaya nusantara. Mulai dari adat Kalimantan, Papua, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, Madura, Sulawesi, Sumbawa dan Sumatra.

Kepala SMP 2 Jati, Sarpani menjelaskan, HUT ke 40 SMP 2 Jati kali ini tidak hanya seremonial potong tumpeng dan pelepasan merpati. Tetapi juga menampilkan gelar karya ratusan pelajar mulai dari kelas 7, 8 hingga 9.

“Untuk kelas 7, mereka menampilkan tari, fashion, cerita rakyat dan musik tradisional budaya se Indonesia. Sehingga mereka dapat memahami dan praktik langsung atas budaya lokal yang dimiliki negeri Indonesia ini,” jelasnya di sela-sela menikmati karya para pelajar.

Sementara, lanjut Sarpani, siswa siswi kelas 8 melakukan praktik kewirausahaan Market Day. Mereka menjual produk kreasi minuman dan camilan.

Baca juga:  17 Desa di Demak Ikut Pencoblosan Pemilu Susulan

“Ada puluhan stand makanan yang penjual serta produksinya dilakukan oleh siswa sendiri. Bahkan makanan dan minuman mereka ludes habis terjual,” imbuhnya.

SIMBOLIS: Kepala SMP 2 Jati Sarpani menyerahkan tumpeng ke Waka Sarpras Lasmindar dan Pengawas Natalie dalam even HUT ke 40 sekolah, Selasa (6/2/24). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

Sementara untuk pelajar kelas 9, mereka diajak mengkreasikan produk ecoprint. Yaitu batik yang dicetak dengan bahan-bahan yang terdapat di alam sekitar sebagai kain, pewarna, maupun pembuat pola motif. Bahan yang digunakan berupa dedaunan, bunga, batang bahkan ranting.

“Ecoprint ini juga memiliki nilai jual tinggi. Sehingga bisa menjadi bekal nanti jika pelajar SMP 2 Jati meneruskan ke jenjang selanjutnya,”  sambungnya.

Pihaknya mengapresiasi antusias dan kehebatan para pelajar yang telah memaksimalkan gelar karya mereka. Ia berharap, pelajar SMP 2 Jati bisa menjadi generasi yang santun, berprestasi dan semakin jaya.

“Harapannya ada kemajuan signifikan di SMP 2 Jati dalam proses melayani dan membimbing putra putri bangsa. Sehingga harapan kami orang tua merasa puas dengan bimbingan kami yang bisa melahirkan generasi beretika, berakhlak mulia, memiliki kecerdasan intelektual dan ikut memikirkan perkembangan zaman,” harapnya

Baca juga:  92,29 Persen Aset Tanah Pemkab Kudus Telah Bersertifikat

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sarana Prasarana, Lasmindar mengungkapkan, di usia ke 40, SMP 2 Jati yang merupakan sekolah penggerak telah menciptakan generasi muda dan multitalenta. Termasuk di dalamnya gelaran P5 yang pada tahun ini telah mengangkat tiga tema.

“Dalam rentang satu tahun kami memberikan pembelajaran dengan tiga tema. Dan di semester 2 ini satu tema sudah kami jalankan,” ungkapnya.

Melalui pembelajaran budaya dan kewirausahaan, pihaknya berharap ada pembiasaan baik yang dimiliki siswa. Selain mereka berjiwa enterpreneur mereka juga memahami dan melestarikan budaya nusantara dengan baik.

“Saya berharap anak-anak selalu konsisten dan semangat dalam menunjukkan budaya nasional. Bahkan mereka bisa menyemai hasil pendidikan di SMP 2 Jati saat nanti dewasa,” harap Lasmindar.

Baca juga:  Tari Kolosal & Pagelaran Wayang Meriahkan HUT SMP 1 Bae
MERIAH: Ratusan pelajar bersama Kepala SMP 2 Jati serta guru-guru saat sedang melakukan flash mob tari dalam even HUT ke 40 SMP 2 Jati pada Selasa, (06/02/2024). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

Siswi Kelas IX B, Faira Elsaharani Putri, mengaku senang bisa turut memamerkan hasil karya ecoprint bersama teman-temannya. Ia ingin seiring bertambahnya usia, SMP 2 Jati bisa selalu mengantarkan siswa-siswinya menjadi generasi multitalenta.

“Kami diajarkan membuat produk usaha berupa ecoprint. Berupa kain yang menggunakan corak bunga dan daun tumbuhan apotek. Bisa dibuat wirausaha yang memiliki nilai jual lebih,” ungkapnya.

Tak hanya membuat produk ecoprint, ia dan teman-teman kelas 9 juga dibekali skill make up karakter. Sebagai make up dengan ciri menimbulkan fantasi, bersifat bebas, dan mempertegas karakter aktor dan aktris itu sendiri.

“Hari ini karya make up ini kami tampilkan di HUT ke 40. Dari 10 talent model make up, mereka mengkreasikan seni make up fantasi, horor, beautiful dan funny,” ujarnya. (cr1/fat)