Kudus  

Ribuan Korban Banjir Demak Dievakuasi di Kudus

BERGERAK: Proses evakuasi tim relawan PMI Kudus kepada korban banjir di beberapa titik Kabupaten Demak terus dilakukan hingga Sabtu (10/2/2024). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng –  Bencana banjir akibat tanggul jebol menenggelamkan tujuh kecamatan yang terdiri dari 35 desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Tercatat, hingga Sabtu (10/2/2024), tujuh kecamatan terdampak banjir berada di Karanganyar, Wonosalam, Dempet, Karangtengah, Kebon Agung, Karangawen, dan Gajah. Hingga kini, kondisi banjir tersebut belum menemui tanda-tanda surut, sehingga ribuan warga terpaksa dievakuasi ke beberapa titik termasuk di Kabupaten Kudus.

Menurut keterangan, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kudus, Tunjung Retno Sari saat ditemui di Posko Terminal Jati. Jumlah warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang terdampak banjir dan mengungsi di Kabupaten Kudus bertambah menjadi 1.255 jiwa.

“Data pengungsi per Sabtu (10/2/2024) pukul 08.40, termasuk yang mengungsi di rumah-rumah penduduk. Dan perlu diketahui jumlah ini bisa kemungkinan bertambah setiap saat menyusul hasil evakuasi tim lapangan,” terangnya.

Baca juga:  Sektor Kredit ASN di Kudus Mengalami Pertumbuhan

Ia menjelaskan, untuk titik pengungsian yang berada di wilayah Kabupaten Kudus terdiri. Posko induk Tangulangin 90 orang, Terminal Jati 275 orang, Balai Desa Jati Wetan 261 Orang, Aula DPRD 40 Orang, Koramil Jati 34 Orang, dan Posko Pesantren Asalwa Tanjungakrang 62 orang.

“Totalnya ada sekitar 762. Di beberapa posko seperti Terminal Jati sudah full. Jadi kemungkinan ada penambahan posko baru,” jelasnya.

Para pengungsi itu terdiri dari balita, anak-anak, remaja, hingga dewasa. Baik dari warga asli Demak ataupun warga luar seperti supir asal Pemalang, Mranggen, Kendal dan Karanganyar. Ia mengatakan, para pengungsi dalam keadaan sehat. Sementara kesehatan para pengungsi dinilai baik. Hanya saja, kata dia, ada beberapa dari mereka yang mengalami gatal dan batuk pilek.

Baca juga:  Laba PDAM Kudus Tembus 100 Persen di Semester Pertama

“Di masing-masing posko disediakan posko kesehatan untuk mengatasi para pengungsi yang sakit. Yang sakit ringan bisa ditangani di posko, sedangkan yang berat langsung di rujuk ke Rumah Sakit,” katanya.

Ia mengungkapkan dari ribuan pengungsi tersebut, disediakan tempat pengungsian oleh Pemkab Kudus di beberapa titik. Awalnya, lanjut dia, tempat pengungsian yang disediakan, di antaranya di Tanggulangin, Terminal Jati Kudus, Balai Desa Jati Wetan, dan Kantor Koramil Jati.

“Kemudian, per hari ini (10/2) jumlahnya bertambah, karena tempat pengungsiannya juga bertambah. Di DPRD Kudus, Jati Kulon, Loram Kulon, Ngembal Kulon, Jepang Pakis, dan Tanjung Karang, serta di sejumlah rumah warga,” imbuhnya.

Baca juga:  Melalui Pemasangan Alat Kontrasepsi, Pj Bupati Kudus Inginkan Generasi yang Berkualitas

Selain memenuhi kebutuhan makan dan minum para pengungsi, juga disediakan kasur, tenda gulung, paket berisi alat kebersihan, pakaian serta perabot darurat, perlengkapan anak, selimut, sandang dewasa, dan sandang anak dengan jumlah cukup banyak.

“Setiap hari donatur berdatangan dari berbagai komunitas atau individu. Akan tetapi saat ini yang paling dibutuhkan yaitu sandal, obat-obatan, minyak angin, selimut, pampers dewasa pakaian dalam hingga tisu,” sambung Tunjung. (cr1/fat)