Jepara  

Tingkatkan Kualitas Kemasan Produk UMKM

PAPARAN: Salah satu pemateri memberikan penjelasan mengenai materi pengemasan kepada peserta dan PKK Desa Mindahan Kidul, Minggu (11/2/24). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Mahasiswa KKN Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara melaksanakan pelatihan packaging. di S&S Caffe Mindahan Kidul, Kecamatan Batealit, Jepara, Minggu (11/2/24). Pelatihan tersebut dihadiri oleh para pelaku UMKM dan dimeriahkan oleh PKK Desa Mindahan Kidul.

Isna Lailatul Qodariyah selaku Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) Mindahan Kidul menyampaikan, pelatihan ini menjadi salah satu upaya bagi masyarakat agar dapat mempraktekkan dan mampu bersaing dengan produk lainnya. Hal tersebut terjadi, lantaran minimnya pemahaman masyarakat terhadap packaging dan promosi produk.

“Memang sayang sekali ya, banyak masyarakat daerah sini yang memiliki produk UMKM. Namun, belum memiliki ilmu dalam memasarkan,” tutur Elqi sapaan akrabnya.

Baca juga:  Asuransi Pertanian Jadi Solusi Jika Gagal Panen

Menurutnya, daya saing pasar yang kian ketat cukup menghantarkan pada kreatifitas pelaku UMKM agar kreatif dan inovatif dalam menjual produk. Dengan tampilan kemasan produk yang cantik, tentu akan menjadi daya tarik sendiri bagi pembeli.

“Sekarang produk pasar kan banyak sekali. Kami berharap agar setelah ini masyarakat dapat mempraktekkan ilmunya dengan produknya masing-masing,” tambah Elqi

Dalam pelatihan packaging mahasiswa KKN Unisnu mendatangkan narasumber. Yakni Kukuh Dwi Wijanarko dan Tristan selaku praktisi UMKM Jepara dan juga Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Unisnu Jepara.

Baca juga:  Harga Bahan Pangan Kian Melambung

Tristan selaku praktisi UMKM menjelaskan bahwa jika ingin produk terkenal dan laku dipasaran, maka dalam proses kemasan terdapat ketentuan yang harus dipatuhi. Seperti, terdapat izin edar dan bersertifikat halal. Upaya itu digunakan agar masyarakat percaya dengan kualitas produk yang ditawarkan.

Kemudian, lanjut dia, kemasan makanan harus mencantumkan nama merek, komposisi, berat produk. Serta tanggal kadaluwarsa.

“Soal produk makanan memang harus diperhatikan juga ya, harus tahu produknya dapat bertahan berapa lama. Sehingga masyarakat tidak ragu dalam membeli,” jelas Tristan.

Sementara itu, melalui Kepala Desa Mindahan Kidul Ahmad Jauharul Haq oleh pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PPK) Tatik Wahyuni, menyampaikan sangat terbantu atas pelatihan packaging. Juga, pelatihan ini menjadi penting bagi warga Mindahan Kidul.

Baca juga:  Pemkab Jepara Apresiasi Semua Pihak yang Sukseskan Pemilu

Pihaknya berharap semoga terdapat follow up dari kegiatan tersebut. Sehingga, pelatihan packaging tidak hanya berhenti pada teori saja, namun terdapat praktek langsung.

“Kami orang desa memang sangat awam terhadap packaging, perijinan, dan sebagainya. Kalau tidak dituntun kami pun juga bingung. Jadi, semoga pelatihan ini ada keberlanjutannya,” pungkas Tatik kepada Joglo Jateng. (cr4/fat)