Pemkab Pemalang Gelontorkan 5M untuk Tangani Sampah

KOMPAK: Seluruh elemen masyarakat saat bergotong royong bersihkan lingkungan cegah banjir di musim penghujan di Kecamatan Moga, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Dalam rangka mengatasi permasalahan sampah yang sempat menjadi perbincangan ramai di masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menggelontorkan APBD sebesar Rp 5 miliar untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah di Desa Purana, Kecamatan Bantarbolang. Harapannya, ke depan masyarakat bisa semakin sadar akan pentingnya memilah dan memilih sampah, sehingga mempermudah proses pengelolaan.

Bupati Pemalang Mansur Hidayat saat ditemui secara pribadi oleh wartawan Joglo Jateng menjelaskan, anggaran Rp 5 miliar tersebut dialokasikan pada APBD 2024 dan telah disetujui oleh DPRD Pemalang. Pemkab rencananya akan membangun fasilitas pabrik pengelolaan sampah terutama sampah organik dan anorganik. Perusahaan Terbatas Aneka Usaha (PTAU) nantinya menjadi penanggung jawab dalam seluruh pengoperasiannya.

Baca juga:  Dewan Minta Pemkab Pemalang Tegas Soal Oknum ASN Nakal

“Kita sudah alokasikan untuk proyek pabrik yang nantinya akan dikelola oleh PTAU milik Pemkab Pemalang. Dengan begitu, nantinya sampah bisa menjadi sumber penambahan PAD (Pendapatan Asli Daerah) untuk kita, sekaligus mengatasi permasalahan sampah,” ujarnya.

Dalam proses pengelolaan, pihaknya akan mengolah ulang seluruh sampah dari masyarakat, dengan cara mengubahnya menjadi barang tepat guna. Di mana sampah organik nantinya digunakan untuk pakan maggot dan pupuk organik, sedangkan sampah anorganik dibakar dengan insinerator menjadi abu untuk diubah menjadi paving block atau bahan campuran bangunan.

Baca juga:  Pemkab Pemalang Berikan 4 Strategi Peningkatan PAD

Lebih lanjut, selain pengelolaan oleh pemerintah, pihaknya juga memberikan kesempatan kepada para pengusaha swasta dan investor untuk ikut serta bersama dalam gerakan ini. Seperti pada pekan lalu, Mansur kembali menerima kunjungan kedua investor asing yang rencananya akan menanamkan investasi pada bidang pengelolaan sampah di Pemalang.

“Tangan kita terbuka untuk semua pihak yang mau bergabung dalam usaha pengurangan sampah. Jadi selain adanya pabrik milik daerah, ke depan akan ada pabrik swasta yang juga mengolah sampah. Harapan pasti ke depan sampah di Pemalang bisa berkurang, sehingga tidak menumpuk seperti sebelumnya,” paparnya. (fan/abd)