Figur  

Warisi Darah Seni, Charel Berhasil Ciptakan Berbagai Lagu

Charel Ristiawan
Charel Ristiawan. (DOK.PRIBADI/JOGLO JOGJA)

MULAI menyukai musik di usia 10 tahun dengan genre lawas, membuat Charel Ristiawan berhasil menciptakan beberapa lagu dari band Kamyada yang digagasnya saat masa kuliah.

Charel sapan akrabnya mengatakan, sejak kecil selalu mendengarkan lagu lawas dari Koes Bersaudara, The Mercys dan Scorpion, karena habbit playlist musik dirumah yang selalu diputar oleh ayahnya. Karena sering mendengarkannya, serta ada darah seni dari sang ayah itu membuatnya ingin belajar dan mencoba bermain musik.

“Dulu ayah mantan musisi, sehingga saya tidak sedikit juga belajar dari beliau. Alat musik pertama yang saya bisa adalah gitar, sampai sekarang masih bermain gitar,” ungkapnya.

Baca juga:  Kombinasikan Makanan Lokal dan Western

Pria asli Wonogiri itu menjelaskan, setelah memantapkan berkecimpung di dunia musik, dirinya memutuskan merantau di SMKI Solo (Sekolah Seni). Dengan tujuan mengasah kemampuan yang dimiliki.

“Saat masuk di SMKI Solo saya mulai belajar alat musik lain dan belajar menerima berbagai genre dari segala lingkungan. Saat itu masih punya project band SKA, dengan teman-teman SMK saya,” tambahnya.

Setelah lulus ke SMKI, dirinya ingin melanjutkan ke kampus seni di Yogyakarta. Karena terdapat beberapa perdebatan dan penolakan oleh orang tuanya, akhirnya memutusan ke salah satu kampus swasta di Yogyakarta, yakni Universitas Amikom Yogyakata

Baca juga:  Ketidaksengajaan Berbuah Jadi Kesenangan

Meskipun tidak melanjutkan di kampus yang diinginkan, namun keinginannya dalam bermusik tidaklah luntur. Itu dibuktikan saat masuk di kampus berhasil membuat band Kamyada yang hits hingga saat ini.

“Terbentuknya band yang saya buat saat ini berawal ketika saya masuk UKM Musik dan ikut forum musik kampus di Yogyakarta. Bertemulah dengan beberapa teman saya Arfan, Bimo, Fadly,” ucapnya.

Tak bermaksud serius, bandnya memutuskan untuk mengeluarkan single pada 2020 berjudul Ramu yang bisa disimak di seluruh platform musik. Seiring jalannya waktu, ternyata membuat lagu adalah pelampiasan terbaik tanpa meluapkan emosi berlebih.

Baca juga:  Raih Prestasi di Dua Bidang Berbeda

Semakin ke sini, terciptalah 11 track yang ditulisnya dan dikerjakan secara bersama bandnya. Kemudian sekarang proses album itu sedang berjalan, serta akan release dalam waktu dekat. Bahkan, beberapa lagu dan berbagai rekaman live ada di platform digital YouTube, Spotify dan sebagainya

Namun, terdapat kendala dalam pembuatan lagu, yang sudah pasti dan sering terjadi adalah perbedaan pendapat. Cara Charel menerimanya dengan menerka latar belakang teman-temannya satu persatu.

“Jadi apa yang mereka inginkan di sebuah satu project lagu yang dirinya tulis dan rangkum ulang konsepannya. Tahun ini album pertama, coming soon,” pungkasnya.(riz/sam)