Tumbuhkan Empati Siswa dengan Aksi Kemanusian

BERBAGI: Beberapa peserta didik di SD 3 Jepang nampak antusias berdonasi kepada korban banjir di Kabupaten Demak, belum lama ini. (SD 3 JEPANG/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Dasar Negeri (SD) N 3 Jepang, Mejobo, Kudus menggelar aksi kemanusiaan untuk korban banjir yang melanda di 7 kecamatan dan lebih dari 35 desa di Kabupaten Demak. Acara ini adalah salah satu bentuk dari pembentukan karakter siswa atau warga sekolah dalam rangka menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.

Rasa peduli dan empati untuk korban bencana alam sudah ditanamkan sejak dini bagi peserta didik SD 3 Jepang. Ratusan siswa-siswi dari kelas 1 sampai dengan kelas VI yang berjumlah 109 siswa ini mendonasikan sebagian uang sakunya untuk para korban bencana alam .

Baca juga:  Polres Kudus Beri Bantuan Korban Kecelakaan

Kepala SD 3 Jepang, Eko Mardiana, mengungkapkan, galang dana ini merupakan wujud untuk menumbuhkan rasa empati dan solidaritas terhadap korban bencana banjir. Sekaligus memupuk karakter gotong-royong peserta didik SD 3 Jepang.

“Mereka memasukkan donasinya ke dalam kardus yang telah disiapkan oleh guru. Mereka bahkan terlihat sangat antusias dalam memberikan sebagian uang sakunya untuk membantu meringankan beban saudara-saudara yang terkena musibah bencana alam banjir,” ungkapnya pada Selasa (13/2).

Aksi kemanusian bertajuk Peduli Banjir Demak ini  tidak hanya melibatkan peserta didik. Tetapi juga seluruh warga sekolah baik kepala sekolah, dewan guru, bahkan orang tua. Menurutnya, melalui pengumuman kegiatan yang disampaikan kepada orang tua siswa menjadikan para orang tua mendukung penuh aksi peduli ini.

Baca juga:  Pasar Loak di Kudus Terbakar

“Sejauh ini mendapat dukungan penuh dari para orang tua murid. Jadi sekolah berusaha melibatkan peran serta orang tua murid dalam hampir semua kegiatan di sekolah,” ujar Mardiana.

Dalam kegiatan tersebut, paparnya lebih lanjut, terkumpul dana senilai Rp 1.660.000 rupiah. Rencananya, hasil aksi peduli ini akan disalurkan langsung oleh kepala sekolah beserta guru di titik korban bencana terutama yang belum tersentuh bantuan.

“Meski dana yang terkumpul tidak seberapa, namun ini sebagai upaya untuk membentuk karakter siswa kami. Terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah, memupuk rasa kemanusiaan. Serta menumbuhkan karakter gorong-royong seperti harapan profil pelajar pancasila,” ungkapnya. (cr1/fat)