Sate Kere Warnai Kuliner Jepara

BAHAGIA: Nur Khamidun saat membakar sate untuk pelanggan di warungnya yang berlokasi di Kelurahan Pengkol Belik, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

PADA hidangan sate yang sering kita temui, daging sapi, kambing, dan ayam adalah bahan utamanya. Namun berbeda dengan sate yang disajikan di Kelurahan Pengkol Belik, Kecamatan Jepara ini. Pedagangnya menggunakan koyor atau lemak yang melekat di urat daging. Namanya sate kere.

Nur Khamidun selaku penjual sate kere menyampaikan bahwa dirinya ingin membawa warna kuliner di Jepara. Pasalnya, sate kere tersebut merupakan adopsi dari Yogyakarta.

Selamat Idulfitri 2024

“Saya melihat di Yogya itu sate kere hampir tidak ada. Padahal sate ini unik dan murah. Akhirnya saya bawa ke Jepara,” ungkap dia, Kamis (15/2/24).

Baca juga:  Segarnya Berbuka dengan Es Dawet Durian Pelangi

Warungnya menawarkan sate dengan rasa dan tekstur yang unik beserta bumbu kacang dengan harga yang cukup relatif murah. Dibanderol Rp 10 ribu untuk satu porsi sate kere, dan Rp 15 ribu untuk paket sate kere, nasi, dan minum.

TERSAJI: Potret sate kere dan bumbu kacang yang menjadi kuliner unik di Jepara, Kamis (15/2/24). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Khamidun menuturkan, warungnya tidak pernah sepi pembeli. Mereka berasal dari berbagai kalangan.

“Alhamdulillah untuk pembeli mulai dari semua kalangan. Ada pekerja kantoran, dinas, swasta, anak sekolah, dan masyarakat umum banyak yang mampir ke sini,” ucapnya.

Warung sate kere ini sudah berdiri hampir lima tahun. Selain menawarkan sate kere, terdapat juga sop balungan, koyor mercon, ceker mercon, mie ayam hot plate, dan lainnya.

Baca juga:  Geplak, Jajanan Jadul yang Masih Dipertahankan

Salah satu pembeli, Rimbi Oktaviola (18) mengaku sudah beberapa kali menikmati sate kere racikan Khamidun ini. Selain enak, sate kere ini menurutnya ramah di kantong. Sehingga cocok untuk kalangan remaja.

“Sate kere ini enak, empuk, bumbunya meresap, dan murah. Jadi memang cocok untuk remaja yang mau kuliner,” pungkasnya. (cr4/adf)