BI Targetkan 55 Juta Pengguna Baru QRIS

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Nita Rachmenia
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Nita Rachmenia. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah targetkan 55 juta pengguna baru QRIS di tahun 2024 ini. Terlebih setelah sebelumnya secara nasional, Jawa Tengah memiliki pengguna baru terbanyak ke-2 sebesar 2,48 juta.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Nita Rachmenia mengatakan, pihaknya bakal mendorong pengguna baru dan volume transaksi QRIS sepanjang 2024. Hal ini dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Menyongsong tahun 2024, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mendukung pencapaian 55 juta pengguna baru secara nasional dengan terus mendorong kerjasama antar-lembaga dan menyasar berbagai segmen masyarakat,” katanya pada Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Dyah Tunjung Bakal Kedepankan Program Perempuan dan Anak

Komitmen perluasan QRIS tersebut sejalan dengan perkembangan transaksi tahun 2023 yang menunjukkan tren positif. Secara total terdapat 5,52 juta pengguna QRIS dengan pertumbuhan sebesar 81,54% (yoy).

“Kalau dari sisi volume transaksi, Jawa Tengah menduduki peringkat ke-5 dengan total frekuensi scan sebanyak 101,14 juta. Selain itu, merchant QRIS menduduki posisi ke-4 sebesar 3,09 juta secara nasional. Merchant QRIS tersebut didominasi oleh UMKM sebesar 98,04% dengan kategori terbesar merupakan Usaha Mikro sebanyak 69,95% dari pangsa merchant QRIS di Jawa Tengah,” bebernya.

Di sisi lain, pada tahun ini ada peningkatan target peredaran uang di wilayah Jateng. Diperkirakan ada peningkatan sekira sembilan persen bila dibanding dengan tahun sebelumnya.

Baca juga:  TPPS Jateng Laksanakan Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting

Hal ini menurut Nita merujuk pada kebutuhan uang kartal di tahun ini yang diperkirakan akan cukup besar, karena pada triwulan IV kemarin kebutuhan uang kartal cukup tinggi peningkatannya. Untuk out flow saja tercatat sebesar 66,67 persen, sedang arus uang masuk ke perbankan turun sebesar 37,34 persen.

“Khusus untuk TW III ke TW IV 2023 kemarin, trennya terjadi peningkatan out flow. Kita lihat memang pergerakan uang di tengah masyarakat terjadi tren peningkatan, baik tahunan maupun triwulanan,” kata Nita.

Lebih lanjut Nita menjelaskan, secara nominal kredit ada peningkatan sebesar Rp375,09 triliun dengan pertumbuhan kredit sebesar 6,36 persen. “Secara tahunan, uang kartal yang keluar dari Bank Indonesia sebesar 4,25 persen dari Rp84,20 triliun pada 2022 menjadi Rp87,78 triliun,” pungkasnya. (luk/gih)