Dinkes Jateng Ajak Remaja Periksakan Diri ke Posyandu

Kadinkes Prov. Jateng Yunita Dyah Suminar
Kadinkes Prov. Jateng Yunita Dyah Suminar. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Bersama pencanangan Program Sub-Pin Polio Putaran II di Kabupaten Pemalang, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Dinkes Prov. Jateng) mengajak masyarakat, terutama remaja putri memeriksakan diri ke Posyandu Remaja. Tujuannya yaitu dalam rangka penanganan stunting yang terjadi pada remaja, terutama persiapan sebelum umur matang menikah untuk memperkecil kelahiran anak stunting di Pemalang.

Kepala Dinkes Prov. Jateng Yunita Dyah Suminar menjelaskan, program posyandu kini tidak hanya melayani balita dan lansia saja, tetapi remaja menjadi salah satu target program tersebut. Dengan tujuan agar dapat memantau pertumbuhan dan kesehatan tubuh remaja dalam rangka penanganan serta pencegahan stunting.

Baca juga:  Anom Kembalikan Formulir di Gerindra

“Posyandu itu bukan hanya untuk balita dan lansia saja, tapi remaja juga masuk ke dalamnya. Jadi dalam Posyandu remaja, terutama remaja putri diberikan edukasi tentang kesehatan tubuh dan pencegahan penanganan stunting,” terangnya.

Usia remaja menurut Kementerian Kesehatan RI yaitu anak-anak yang memiliki usia 10-18 tahun. Pada usia tersebut, mereka masih mengalami pertumbuhan yang cepat, sehingga membutuhkan asupan seimbang serta vitamin untuk memaksimalkannya. Posyandu remaja hadir untuk memberikan edukasi pada anak remaja agar memahami asupan yang harus dikonsumsi dalam rangka terhindar dari stunting di usia remaja.

Baca juga:  LDII Pemalang Gelontorkan Rp 3,1 Miliar untuk Kurban

Lebih lanjut, Yunita mengungkapkan pada posyandu remaja, anak-anak akan mendapatkan edukasi tentang organ reproduksi dan seks. Ini dilakukan agar mereka remaja putri bisa memahami dan mengerti untuk mempersiapkan diri menuju jenjang pernikahan. Dengan begitu, tubuh dan mental menghadapi dunia pernikahan, terutama ketika hamil agar tidak berpotensi mengandung atau melahirkan anak stunting nantinya.

“Penanganan stunting itu bukan hanya pada saat sudah melahirkan saja, tetapi dari usia remaja para anak-anak remaja putri harus diberikan perhatian dan pengertian pentingnya pemenuhan gizi tubuh. Jadi ketika menikah, mengandung, dan melahirkan tidak berpotensi stunting. Selain itu, anak balita juga harus diberikan imunisasi vaksin lengkap di posyandu terdekat,” imbuhnya. (fan/abd)