Panitia KPPS Keluhkan Aplikasi Sirekap tidak Efektif

PROSES: Panitia KPPS memasukkan catatan hasil penghitungan perolehan suara capres dan cawapres Pemilu 2024 usai di TPS 11 Lempongsari, Semarang, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Ketua KPPS TPS 053 Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Ranto Susilo mengeluhkan aplikasi alat bantu rekapitulasi hasil penghitungan suara Sirekap yang tidak efektif untuk digunakan. Hal itu lantaran, pada saat meng-upload data, angka yang keluar di sistem berbeda dengan angka yang dimasukkan oleh petugas.

“Kelihatannya sistem Sirekapnya bermasalah. Tidak efektif. Bolak balik eror. Dan teman-teman KPPS waktu upload itu angkanya yang muncul beda dengan yang manual. Sedangkan ada puluhan data yang harus direkap,” keluhnya saat dihubungi Joglo Jateng, belum lama ini.

Selamat Idulfitri 2024

Selama menjalankan tugas, kata Ranto, ia mengalami berbagai kendala. Salah satunya yakni alat untuk mencoblos (paku) terlalu kecil sehingga menyebabkan kesulitan dalam menentukan sah atau tidaknya surat suara tersebut.

Baca juga:  Perusahaan Wajib Berikan THR Maksimal H-7 Lebaran

“Kita harus meraba (surat suara, Red.) dan memastikan apakah itu berlubang (karena kesalahan surat suara rusak atau pencoblos, Red.). Teknis sederhana itu. Tapi agak menyusahkan. Faktor kedua, kecapekan karena persiapan awal kerjanya sampai malam akhirnya ada selisih hitung. Kalau ada jeda waktu (istirahat, Red.) mungkin ketelitiannya berkurang,” terang dia.

Dirinya menilai, terlalu banyak formulir di kertas pleno membuat proses menjadi tidak efektif. Karena sangat menguras waktu dalam proses perhitungan suara.

Disisi lain, ia mengaku tidak mempermasalahkan ketidakcocokan gaji KPPS dengan kinerja yang dilakukan dalam sehari penuh. Menurutnya, hal itu subjektif

Baca juga:  Banjir Kaligawe Surut, Warga Terdampak Masih Kesulitan Air Bersih dan Makanan

“Saya malah mikirnya pemilu ini berjalan dengan sukses dan secara tim saya kita jalaninya dibawa enjoy saja,” ujarnya. (int/adf)