Jepara  

Pemilu 2024, Kemenag Jepara Sebut Masyarakat Kian Dewasa

Kepala Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin.
Kepala Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Jepara, Akhsan Muhyiddin menyebut masyarakat kian dewasa. Pasalnya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 minim akan politik identitas.

Bagi dia, politik identitas seperti sumbu pendek, yang menyulut konflik secara cepat. Seperti Pemilu 2019 kemarin, muncul istilah cebong dan kampret yang kemudian memberikan batas khusus kepada seseorang.

Selamat Idulfitri 2024

“Berbeda dengan dahulu, kini masyarakat lebih dewasa. Pemilu kali ini relatif soft (lembut). Masalah tetap ada. Namun secara general di bawah cenderung rukun dan damai,” papar Akhsan Muhyiddin kepada Joglo Jateng, Senin (19/2/24).

Baca juga:  Menilik Sejarah Makam Mbah Buyut Panggang

Hal tersebut, katanya, merupakan kesuksesan Kemenag RI. Lantaran masif bersosialisasi dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Mulai dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sampai Pemerintah.

Menurutnya, sejumlah stakeholder dari berbagai tingkatan memiliki semangat yang sama. Yakni damai secara berkelanjutan. Bukan fokus kepada hajat lima tahunan, karena bersifat sementara apalagi riskan kepentingan.

“2023 kami canangkan tahun toleransi. Kini (2024) adalah tahun kerukunan. Tujuannya supaya lebih damai lagi. Alhamdulillah, berkat upaya-upaya dilakukan dapat berjalan dengan maksimal,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap agar perdamaian Pemilu 2024 ini dapat berlanjut di Ramadhan. Sehingga masyarakat dapat menunaikan ibadah puasa dengan khidmat, tenang dan damai.

Baca juga:  Resmikan Apotek Sahabat Sehat, Pj Bupati Harap PC IKA PMII Jepara Makin Berkembang

Supaya merealisasikan keinginannya, ia berencana untuk bertemu dengan Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan. Tunuannya untuk berkoordinasi ihwal upaya menjaga kedamaian dan kondusifitas di Kabupaten Jepara.

“Bersama Polres Jepara, tokoh masyarakat dan kiai Pondok Pesantren (Ponpes) untuk guyub bersama menjaga silaturrahim dan memastikan kegiatan Ramadhan berjalan dengan baik dan tenang,” pungkasnya. (map/fat)