Pemkab Sleman Berupaya Tekan Harga Komoditas Pangan

PANTAU: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melakukan pemantauan gelaran Pasar Murah di Wilayah Bumi Sembada, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan menggelar pasar murah mulai Rabu (21/2) mendatang. Dengan tujuan untuk menekan harga komoditas pangan yang naik di awal Februari.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan, akan menyelenggarakan sembako murah menyenangkan seluruh masyarakat (Semar Mesem). Untuk menekan harga kebutuhan pokok di pasaran.

“Sudah ada jadwalnya dan akan diselenggarakan di empat lokasi. Untuk komoditasnya tidak hanya beras, tapi ada juga minyak, tepung, gula dan telur ayam,” katanya.

Pihaknya menjelaskan, penyelenggaraan dilaksankaan dengan menjalin kerja sama bersama Bulog. Selain itu, menggandeng gabungan kelompok tani, Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) dan pelaku usaha lain di masyarakat.

Baca juga:  Caturharjo Jadi Satu-satunya Kalurahan Mandiri Pengolah Sampah di Bantul

Menurutnya, pasar murah terbuka bagi warga Sleman. Namun pembelian disyaratkan membawa KTP-el dan dibatasi satu kali untuk seorang warga. “Untuk KTP-el bisa digunakan membeli beras SPHP lima kilogram, non SPHP sepuluh kilogram, gula dan telur masing-masing paling banyak dua kilogram,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman Kurnia Astuti menyampaikan, sejak awal Februari ada kenaikan harga di sektor komoditas pangan. Salah satunya terlihat dari harga beras yang terus terkerek naik dalam beberapa hari belakangan.

Kenaikan tersebut disebabkan dampak dari kemarau panjang di 2023 lalu dan masa tanam padi yang mundur dari biasanya, sehingga berpengaruh terhadap stok. “Harga Eceran Tertinggi (HET) beras dipatok sebesar Rp 10.900 per kilogram, tapi harga jual di pasaran melebihi dari patokan itu,” terangnya.

Baca juga:  Bawaslu Bantul Libatkan Ormas Cegah Politik Uang

Lebih lanjut, sudah ada upaya stabilisasi harga-harga dengan menggelar pasar murah. Biasanya diselenggarakan di masing-masing kapanewon, namun dikarenakan masih fokus pemilu, maka hanya digelar di empat lokasi.

Sedangkan, rencananya akan dimulai pada Rabu (21/2) di Lapangan Tirtoadi Mlati, Kamis (22/2) di Lapangan TGP Margoluwih, Seyegan. Selanjutnya, Senin (26/2) di Lapangan Donokerto, Turi. Terakhir di Lapangan Raden Ronggo Kalasan, Selasa (27/2).

“Dikarenakan sedang sibuk dengan urusan pemilu di kapanewon, maka Februari ini pasar murah dibagi menjadi empat zona pelaksanaan,” jelasnya.(bam/sam)