Demak  

Soroti Masalah Stunting dan Wasting, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 6 Adakan Penyuluhan

SUASANA: Kegiatan Mamah Ting-Ting (Mari Bersama Cegah Wasting dan Stunting) yang digelar KKN UIN Walisongo Posko 6 di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Senin (12/2/2024). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Mahasiswa KKN UIN Walisongo berinisiatif untuk mengadakan penyuluhan untuk mencegah masalah gizi pada anak balita di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, pada Senin (12/2/2024).

Salah satu mahasiswa, Salwa Qotrunnada mengungkapkan, permasalahan gizi menjadi penyebab rendahnya tingkat kesehatan di suatu wilayah, seperti di Kelurahan Sidorejo ini.

Selamat Idulfitri 2024

“Stunting dan wasting (pada anak, Red.) masih ditemui di anak balita yang terdata dan tercatat di data posyandu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan penjelasan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Baca juga:  Dandim 0716 Demak Gelar Acara Kenaikan Pangkat dan Purna Tugas

Sementara wasting merupakan kondisi anak yang berat badannya menurun seiring waktu sehingga total berat badannya jauh di bawah standar kurva pertumbuhan atau BB/TB rendah (kurus) dan menunjukkan penurunan berat badan yang akut dan parah.

“Angka kejadian stunting di desa Sidorejo ini masih banyak ditemukan dan dari data posyandu yang teracatat masih. Ada juga yang wasting,” ujar Leni Budianti selaku Ketua Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sidorejo.

Penyuluhan dibuka dengan penjelasan-penjelasan sederhana mengenai stunting dan wasting, ciri-ciri, tanda dan gejala, faktor yang mempengaruhi, dan cara pencegahannya. Acara diikuti dengan antusias oleh audiens yang hadir, termasuk Dyah Murtiningrum selaku bidan Desa Sidorejo.

Baca juga:  HUT ke-521, Bupati Demak Ingin Masyarakat Bangkit Pasca Bencana

“Hanya menekankan bahwa anak stunting itu pasti pendek. Namun, anak yang pendek belum tentu stunting,” tambahnya

Presentator juga membuka sesi tanya jawab yang diikuti oleh ibu-ibu dengan sangat antusias. Mereka memperebutkan doorprize yang disediakan panitia untuk audiens yang aktif. (*/adf)