Pati  

Target Pendapatan Disdagperin Pati Turun

TIMBANG: Petugas dari Disdagperin Pati saat ini melakukan tera ulang di pasar tradisional, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Target pendapatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati mengalami penurunan pada tahun ini. Hal tersebut dikarenakan adanya penghapusan retribusi tera/tera ulang.

Kepala Disdagperin Kabupaten Pati Hadi Santoso mengatakan, target pendapatan dinasnya dipangkas. Turun hingga beberapa ratusan juta.

Selamat Idulfitri 2024

Ia menjelaskan, pihaknya ditarget pendapatan hingga Rp 9,2 miliar pada 2023 lalu. Namun tahun ini, Disdagperin Pati hanya dipatok Rp 8,5 miliar.

“Ini karena retribusi untuk tera dan tera ulang ditiadakan. Setelah ada perubahan peraturan dan berlaku pada tahun ini,” kata Hadi, belum lama ini.

Baca juga:  Petani Terus Merugi, Pembangunan yang 'Serampangan' Dianggap Biang Keladi

Retribusi tera/tera ulang cukup besar bagi pendapatan Disdagperin Pati. Retribusi sektor ini bisa mencapai lebih dari Rp 700 juta per tahun.

Pihaknya pun tak bisa berbuat banyak. Sehingga hanya menerima aturan baru dari pemerintah pusat yang menghapus retribusi tera/tera ulang.

Lebih lanjutnya, Disdagperin Pati hanya berhasil memenuhi 93 persen dari target keseluruhan atau sekitar Rp 8,5 miliar pada 2023 lalu. Pasalnya, ada sekitar 10-20 persen pedagang pasar di Kabupaten Pati yang tak berjualan.

Hal tersebut yang dinilai mempengaruhi pendapatan dari sektor tersebut. Namun pada tahun ini, Jadi optimis target retribusi tera/tera ulang dapat terpenuhi.

Baca juga:  Pemkab Pati Siapkan Rp 3,6 Miliar untuk Pengamanan Pilkada

“Kita berusaha agar target ini terpenuhi. Meskipun ada beberapa pedagang tidak berjualan juga membuat pendapatan kita menurun,” terangnya.

Dengan dihapuskannya retribusi tera/tera ulang, pihaknya mengandalkan retribusi pasar untuk meningkatkan pendapatan. Mengingat, retribusi dari sektor ini bisa meraup sekitar 80 persen dari target atau lebih dari Rp 6 miliar setiap tahunnya.

“Retribusi pasar ini memang andalan kita. Ada beberapa pemasukan. Yang terbesar memang pemakaian kios, Los, plataran, kebersihan dan parkir,” tandas dia. (lut/fat)