Jepara  

Gus Haiz: Menang Ojo Umuk, Kalah Ojo Ngamuk

Ketua DPRD Jepara, Haizul Maarif atau yang akran disapa Gus Haiz (kanan). (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Haizul Maarif berpesan, bagi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 untuk menghormati hasil yang direkap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Secara khusus, Gus Haiz, sapaan akrabnya menekankan supaya yang menang tidak sombong, sementara yang kalah jangan mengamuk. Pasalnya, menang dan kalah dalam Pemilu merupakan hal wajar.

Selamat Idulfitri 2024

Sing menang ojo umuk, sing kalah ojo ngamuk (yang menang jangan sombong dan yang kalah jangan marah). Cinta damai. Kita harus mengerti bahwa kompetisi begitulah wujudnya, menang atau kalah, biasa saja,” papar Gus Haiz.

Baca juga:  Dishub Jepara Perketat Kelayakan Kendaraan Umum

Hal tersebut, ia sampaikan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara, bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan ormas di Pendopo Kartini Jepara, Rabu (21/2/24).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jepara, Subiyanto menjelaskan, tujuan Rakor adalah menciptakan kedamaian di Jepara. Sebagai upaya terjaganya kekondusifan dan stabilitas daerah pasca Pemilu 2024.

“Peserta dan tamu undangan rakor berasal dari para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda se-Kabupaten Jepara. Berjumlah seratus orang, termasuk di antaranya perwakilan organisasi masyarakat (ormas),” tutur Subiyanto.

Baca juga:  Banjir di Dorang, Gus Haiz Minta Pemerintah Kirim Bantuan Logistik

Supaya menekankan kedamaian, Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan terus memonitor rekapitulasi suara mulai dari Kecamatan sampai di pusat. Tidak hanya itu, melalui forum komunikasi TNI, Polri dan intelejen, kata dia, dapat mengurangi potensi konflik.

“Dari awal hingga akhir terus kami kawal sampai KPU secara resmi menetapkan hasil Pemilu 2024. Pengawalan ini juga akan mengurangi potensi konflik yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Jepara,” ujar AKBP Wahyu Nugroho Setyawan.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Jepara, Edy Supriyanta membeberkan, penggunaan hak pilih dalam Pemilu 2024 mengalami peningkatan sebesar 2,4 persen, yakni menjadi 85,4 persen dari jumlah 914.996 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Baca juga:  Korban Terdampak Bencana 9 Ribu Lebih, Pj Bupati Serukan Warga Saling Bantu

Hal tersebut, kata dia, menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat di Pemilu 2024 yang meninggi. Sebab di Pemilih tahun 2019, minat masyarakat terhadap pesta demokrasi ini hanya berkisar 83 persen.

“Ini salah satu bukti dan indikator meningkatnya kesadaran masyarakat untuk ikut berdemokrasi. Seperti melalui Pemilu dan sejenisnya, sehingga suara rakyat benar-benar digunakan,” pungkas Edy Supriyanta. (map/gih)