KPU DIY Rencanakan PSU di Beberapa Titik

CARI: dua perempuan sedang mencari namanya di papan informasi DPT di salah satu TPS di Bantul, belum lama ini. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana mengadakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) Pemilu 2024. Hal itu sebagai tindak lanjut surat rekomendasi saran perbaikan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY.

Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi menjelaskan, kedua kegiatan itu akan diselenggarakan di beberapa TPS yang tersebar di wilayah Kota Jogja, Kabupaten Sleman dan Bantul. Serta dilaksanakan pada Sabtu (24/02) lantaran merupakan hari libur.

Selamat Idulfitri 2024

“PSL akan dilakukan pada hari yang sama. Ini diinisiasi sebagai respons terhadap keluhan pemilih yang menerima jumlah surat suara kurang dari seharusnya,” tuturnya.

Baca juga:  MTsN 9 Bantul Dorong Kecintaan Beragama lewat Pesantren Ramadan

Meskipun demikian, ada kendala dalam penyelenggaraan PSL di tiga TPS wilayah Sleman. Hal ini berkaitan dengan pemilih yang tidak menerima surat suara sesuai dengan jumlah yang seharusnya. “Sesuai dengan rekomendasi, PSL akan dilaksanakan di tiga TPS di Sleman, yaitu TPS 16, TPS 32 dan TPS 029, yang semuanya terletak di Tirtomartani, Kalasan,” jelasnya.

Namun, pihaknya menyoroti masalah hukum yang mungkin muncul dalam pelaksanaan PSL. Pasalnya hanya ada satu pemilih yang akan mencoblos satu surat suara. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap pelanggaran prinsip kerahasiaan pemilu.

“Satu surat suara itu untuk DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi. Meskipun akan tetap dilaksanakan, kami memastikan prinsip kerahasiaan tetap dijaga. Agar menjaga pemilu yang luberjurdil,” imbuhnya.

Baca juga:  Gelar Manasik Haji, Tingkatkan Keislaman Siswa

Sementara itu, Ketua KPU Bantul Joko Santosa menyampaikan, akan melaksanakan PSU di lima TPS yakni TPS 3 Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, TPS 69 Banguntapan dan TPS 34 Tamanan, Banguntapan, serta di Srimartani dan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan. Dikarenakan ada sebagian pemilih yang tidak memiliki KTP dan tidak terdaftar akan tetapi ikut mencoblos.

“Jadi di TPS itu ada pemilih yang menyalurkan suara padahal tidak memiliki KTP sekaligus tidak terdaftar sebagai pemilih tetap. Sehingga kami koordinasi bersama KPU DIY untuk PSU,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dari lima TPS itu masing-masing memiliki perbedaan kategori surat suara yang akan di PSU. “TPS 69 Banguntapan dan TPS 34 Tamanan hanya pilpres, TPS 3 Tirtonirmolo, Kasihan, untuk DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten,” terangnya.

Baca juga:  Semarakkan Bulan Suci, SMPN 5 Banguntapan Gelar Pesantren Kilat

Sementara itu, di TPS Sitimulyo hanya DPD RI dan TPS Srimartani DPR RI dan DPD RI. Sedangkan, untuk keperluan logistik juga sudah disiapkan.

“Saat ini sudah kami siapkan untuk pemberitahuan ulang. Kami juga telah menyiapkan surat pemberitahuan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab), kepolisian dan partai politik terkait PSU ini,” pungkasnya.(suf/nik/sam)