Mendag Tinjau Stok Beras di Pasar Bulu Semarang

Mendag RI, Zulkifli Hasan. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Harga beras yang melambung tengah menjadi perhatian pemerintah. Saat ini, beras premium dijual seharga Rp 85 ribu per lima kilogram.

Menteri Perdagangan RI (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan, kenaikan harga beras dipicu karena stok produksi beras lokal turun dan saat ini masih dalam awal musim tanam. Hal itu ia sampaikan saat melakukan pemeriksaan stok dan harga beras di Pasar Bulu Jalan Mgr Sugiyopranoto, Kota Semarang bersama jajarannya.

Selamat Idulfitri 2024

Selama memeriksa harga beras di Pasar Bulu, ia mengunjungi sejumlah pedagang sembako atau bahan pokok untuk mendengarkan keluh kesah para pedagang soal kelangkaan beras. Zulhas mengakui jika saat ini kondisi stok beras memang menipis.

Baca juga:  KONI Kota Semarang Pastikan Pembinaan Atlet akan Maksimal

Dalam mengatasi kelangkaan ini, kata Mendag, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Bulog untuk segera menyediakan beras berlabel SPHP atau beras subsidi yang dijual berkisar di angka Rp 11 ribu/kilogram. Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak panik karena pemerintah akan menggelontorkan beras sebanyak 250 ton.

“Pemerintah membanjiri pasar dengan SPHP atau beras bulog yang bersubsidi. Dijual berkisar Rp 10.900 perkilonya. Jadi konsumen masyarakat bisa alternatif. Kalau mahal sekali dia bisa beli beras subsidi yang kualitasnya tidak kalah,” ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Joglo Jateng, Selasa (20/2/24).

Baca juga:  PT Joglo Nusantara Mediatama Berbagi ke Panti Sosial

Lebih lanjut, ia menerangkan, untuk stok beras di bulan Ramadan, Bulog juga telah melaporkan jika mempunyai stok sebanyak 2 juta ton. Dirinya memastikan jika kualitas beras yang tersedia ini juga tidak kalah dengan beras premium.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, jika beras saat ini masih menjadi salah satu komoditi yang harganya tinggi. Khusus di Kota Semarang, ketersediaan beras saat ini juga masih dalam menunggu masa panen.

Ke depan, ia akan meminta dinas perdagangan untuk terus melakukan pemantauan ketersediaan beras. Dirinya juga mengimbau agar masyarakat bisa beralih sementara ke beras subsidi, mengingat kualitasnya juga baik.

Baca juga:  65 Sekolah di Semarang Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang

“Kita harapkan nanti dari Disperindag untuk selalu memonitor, karena kalau suplai SPHP-nya berkurang nanti harga SPHP juga akan naik. Dan karena permintaan tinggi kemudian persediaan kurang juga akan terjadi kenaikan harga,” ujarnya. (int/adf)