Jepara  

KONI Jepara Optimalkan Sekolah sebagai Sarana Latihan

Ketua KONI Kabupaten Jepara Syamsul Anwar
Ketua KONI Kabupaten Jepara Syamsul Anwar. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Kurangnya fasilitas tempat pada setiap cabang olahraga (Cabor) menjadi perhatian sendiri bagi sejumlah atlet. Pasalnya, banyak dari atlet Jepara harus menggunakan sarana sekolah dalam latihan.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jepara Syamsul Anwar menyampaikan, semua cabang lomba belum memiliki tempat yang representatif. Dua di antaranya bola voli dan bola basket.

Selamat Idulfitri 2024

“Bola voli indoor selama ini pakai di Gedung Wanita dan SMK Islam Jepara,” ucapnya, saat ditemui belum lama ini.

Sarana lapangan sekolah menjadi solusi terdekat bagi para atlet yang menjalankan latihan cabang olahraga. Kendati demikian, setiap sekolah telah memiliki pengurus pembinaan dari KONI.  Sehingga, kendala tempat dapat dioptimalkan melalui masing-masing sekolah.

Baca juga:  Pemkab Jepara Galakkan Gerakan Pangan Murah

Walaupun demikian, perolehan prestasi dari para atlet Jepara kian naik. Tercatat pada pekan olahraga provinsi (Porprov) XVI Jawa Tengah 2023, sebanyak 44 medali emas, 30 perak, 48 perunggu dibawa pulang oleh atlet Jepara dari berbagai cabang olahraga. Sehingga, Kabupaten Jepara meraih nominasi juara 5 besar dari 35 Kabupaten.

Perolehan yang cukup besar dibandingkan pada Porprov 2018, Jepara mendapat rangking 10 tingkat Jateng, dengan perolehan 19 medali emas, 17 perak, dan 25 perunggu.

“Walaupun tempat latihan Cabor di Jepara memang kurang, tapi untuk prestasi dari para atlet melambung tinggi, yang sebelumnya juara 10 kini juara 5 tingkat Jawa Tengah,” ungkapnya.

Baca juga:  DKPP Jepara Deteksi Dini Kondisi Hewan Ternak

Sementara itu, Sasa Winda (19) salah satu atlet basket dari MAN 1 Jepara menyampaikan, selama latihan ia terkendala akan tempat yang sering berpindah-pindah. Walaupun demikian, ia tetap konsisten dan mengoptimalkan latihan di sekolahnya.

“Dari sekolah satu ke sekolah lainnya. Ya karena itu nggak ada tempat khusus buat latihan basket,” katanya.

Pihaknya berharap agar cabang olahraga basket ke depannya dapat memiliki tempat sendiri untuk latihan. Sehingga semua atlet dapat latihan bersama di tempat yang sama. “Kalau bisa ada tempatnya sendiri, jadi milik umum. Boleh dipakai bersama dan latihan jadi mudah,” pungkasnya. (cr4/gih)