Maksimalkan PPBMP, Disdikpora Bantul Usulkan Perbaiki Kapasitas Tenaga Pendidikan

Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko
Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul mengusulkan perbaikan kapasitas tenaga kerja pendidikan, untuk memaksimalkan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP). Dikarenakan selama ini tenaga pendidik PAUD yang ada hanya berdasarkan pada kebutuhan.

Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko menyampaikan, dalam PPBMP ini ada tiga program yang sudah diskemakan sebelum. Yaitu pendidikan PAUD, posyandu dan lingkungan.

“Sehingga di Disdikpora hanya fokus soal pendidikan. Bagaimana memastikan alokasi anggaran Rp 50 juta padukuhan itu dapat lebih optimal,” ungkapnya.

Menurutnya, terkait dengan bidang pendidikan setidaknya ada empat poin penting yang menjadi pertimbangan. Yaitu soal pemeliharaan sarana prasarana PAUD, pengadaan alat permainan edukatif (APE) bagi anak-anak dan peningkatan kapasitas pendidik. Terakhir mewujudkan sekolah ramah anak untuk meningkatkan kategori pencapaian kabupaten layak anak.

Baca juga:  Joko Lempar Jawab ke Halim soal Maju Bersama

“Peningkatan kapasitas pendidik, karena sekarang ini masih banyak pendidik PAUD yang hanya sekedar siapa yang mau. Sehingga harus ada peningkatan melalui diklat berjenjang. Serta dalam perubahan Peraturan Bupati (Perbup) tentang PPBMP ini, terkait pendidikan hampir tidak ada perubahan yang berarti,” terangnya.

Hanya saja, lanjutnya, yang tadinya terkait pendukung itu bunyinya pemeliharaan, rehabilitasi atau penyempurnaan gedung PAUD dicoret. “Karena itu dananya besar, yang bingung nanti dukuh, padahal dananya hanya Rp 50 juta tiga bidang itu. Sehingga sarana prasarana pendidikan ini hanya pemeliharaan saja,” imbuhnya.

Baca juga:  Pemkot Yogyakarta Akui Miliki Keterbatasan Olah Sampah

Sementara itu, terkait alokasi anggaran bidang pendidikan sendiri pihaknya tidak bisa memastikan. Artinya pembagian alokasi akan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing padukuhan.

“Alokasi dananya disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya terkait lingkungan sudah beres, nanti bisa dialihkan ke posyandu atau pendidikan, bahkan sebaliknya. Sesuai kebutuhan padukuhan itu sendiri,” pungkasnya.(nik/sam)