Kudus  

Sosialisasi Rutin, Cegah Bullying di Sekolah

TERANGKAN: Pemateri sosialisasi ramah anak, Eny menerangkan tentang pentingnya sosialisasi mencegah bullying di sekolah, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengadakan sosialisasi ramah anak dalam rangka mencegah bullying di sekolah. Kegiatan ini menjadi program rutin setiap tahun.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho menyampaikan, sosialisasi dilakukan selama 5 hari secara bergantian pada 19-23 Februari 2024. Dalam sehari ada dua kelas setiap harinya. Secara teknis sudah dibagi secara berkala. Tujuannya untuk memudahkan peserta agar mudah memahami isi materi yang disampaikan.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kepala sekolah dan pengawas dalam mencegah terjadinya bullying di sekolah. Kemudian, kepala sekolah nantinya memberikan materi yang telah difasilitasi oleh dinas untuk diberikan sosialisasi juga kepada para guru dan orang tua. Supaya tetap mengontrol aktivitas anak di rumah maupun di sekolah,” jelas Anggun.

Baca juga:  Karena Rusak, Warga Terima Bantuan Rumah Sederhana Layak Huni

Pengawas Korwil Jekulo, Masruchan berharap agar kepala sekolah dan pengawas dapat membimbing anak-anak di sekolah agar tidak melakukan bullying. Salah satunya dalam bentuk gurauan yang tidak terkendali, sehingga menyebabkan salah satu pihak merasa di-bully.

“Seandainya ada kejadian, bisa langsung menindaklanjuti proses pelaporan. Sehingga, diharapkan di sekolah itu tidak terjadi bullying antara guru dengan anak, anak dengan anak, atau dari kepala sekolah ke guru dan sebaliknya,”

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) sekaligus Kepala Sekolah SD 1 Jekulo, Zaenal Arifin menilai, kegiatan ini menjadi ilmu baru. Tindak lanjutnya, kepala sekolah menyampaikan hal ini kepada semua guru dan orang tua.

Baca juga:  Pelajar SMP Diberi Edukasi Manajemen Keuangan

“Kalau bisa semua guru dan orang tua memperoleh sosialisasi langsung dari narasumber yang kompeten. Harapannya semoga tahun depan bapak ibu guru bisa diberikan sosialisasi ramah anak secara langsung oleh dinas. Biar cakupan sosialisasi ini lebih luas,” jelasnya. (cr3/adf)