Siswa Eligible Dibekali Pendampingan yang Matang Masuk PTN

KONSULTASI: siswa kelas 12 sedang melakukan konsultasi dengan guru BK di ruangan, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Persiapan pendaftaran peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dibuka pada 14-28 Februari 2024. Siswa yang mendapatkan peringkat eligible akan terus dibekali pendampingan yang maksimal. Karena mereka berpeluang besar untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Komite Pembelajaran SMA N 1 Jekulo, Susi Hermayanti mengatakan, saat ini sudah tahap proses membuat akun dan mendaftar SNBP. Anak-anak yang mendaftar adalah anak-anak eligibel. Yakni memiliki kualitas yang dibutuhkan atau memenuhi syarat yang diperlukan.

Selamat Idulfitri 2024

“Yang berhak mendaftar adalah anak yang masuk peringkat 40 besar pararel. Peringkat yang diambil dari total keseluruhan siswa sesuai jurusan diambil 40 persen,” ujarnya, belum lama ini.

Ia menyebut, total keseluruhan siswa kelas 12 ada 345 siswa. Jurusan MIPA 172 siswa, IPS 139 siswa, dan bahasa 34. Sehingga pengambilan peringkat untuk masuk kategori siswa eligible menjadi MIPA 69 siswa, IPS 56 siswa, dan bahasa 14 siswa.

Baca juga:  Harga Gas Melonjak Tinggi di Kudus: Kelangkaan Stok Dimanfaatkan Oknum Pedagang

“Kita bekerja sama dengan bimbingan belajar yang ada di kudus untuk memberikan kegiatan pembimbingan persiapan masuk PTN. Dengan bimbel GO (Ganesha Operation, Red.) setiap hari sabtu selama 15 kali pertemuan,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, SMA N 1 Jekulo juga mengadakan konsultasi. Siswa yang masuk dalam eligibel dikumpulkan untuk dibimbing. Ada beberapa anak yang masih bingung terkait jurusan yang diambil. Selain itu, bingung nanti kalau satu PTN akan saingan dengan temen satu sekolah dan luar sekolah. Konsultasi berupa membantu melihat peringkat, jurusan yang diambil, dan peluang masuk.

“Kami juga memberikan motivasi. Sebagian besar anak-anak yang berminat untuk masuk PTN itu banyak. Tetapi, tidak ada daya dukung dari orang tua. Lalu, kita memberikan semacam saran untuk orang tua. Kita ajak berdiskusi. Sebenarnya, anak yang sudah masuk eligible pengen kuliah. Tetapi orang tuanya menyuruh bekerja saja. Kita hanya sebatas saran saja. Pilihan tetap pada anak dan orang tua,” terangnya.

Baca juga:  MTsN 6 Sleman Gelar Sanlat Ajak Siswa Tingkatkan Ilmu Keagamaan

Selain pendampingan masuk PTN, bagi siswa yang menginginkan untuk bekerja, pihak sekolah juga memberikan kesempatan berupa kegiatan pelatihan kewirausahaan. Di antaranya pelatihan tata boga, menjahit, komputer, dan pembuatan buket.

Sementara itu, Guru BK SMA N 1 Mejobo, Shofian Hakim menjelaskan, dalam strategi pendampingan dia membentuk tim sukses PTN. Terdiri dari guru mata pelajaran, kesiswaan, dan kepala sekolah. Semua sinkron ingin meningkatkan lulusan PTN lebih banyak.

“Jumlah siswa kelas 12 sebanyak 349. Untuk kuota masuk seleksi SNBP dibagi menjadi 40 persen per jurusan. MIPA 56 siswa, IPS 73, dan Bahasa 14 siswa. Selain itu, juga ada yang mendaftar Span PTKIN sebanyak 35 siswa,” terang Hakim saat ditemui di ruangan.

Dia terus berupaya memberikan motivasi kepada siswa dan orang tua. Terutama yang mempunyai latar belakang tidak kuliah. Jadi perlu adanya pendampingan secara berkelanjutan. Dengan mendatangkan orang tua ke sekolah untuk disosialisasikan tentang pentingnya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Baca juga:  Sambut Libur Lebaran, Obyek Wisata Diminta Bersiap

“Pelayanan konsultasi kita jalankan baik secara indivu maupun kelompok. Tidak hanya disekolah saja, tetapi dirumah, dan online di Whatsap. Kadang kalau anak sedang tanya di malam hari tetap kita dilayani,” tuturnya.

Bagi yang tidak melanjutkan kuliah, dia juga memberikan informasi tentang gambaran karir di dunia pekerjaan. Dia mengundang pihak luar seperti Balai Latihan Kerja (BLK). Yang menyediakan pelatihan gratis dibidang rias, bengkel, montir las dan lain-lain. Dengan begitu, siswa merasa terbekali untuk penentuan masa depannya.

“Kebanyakan siswa masih bingung dalam menentukan pilihan dunia setelah SMA. Tugas kita hanya bisa memberi wawasan. Entah nanti karirnya bekerja, atau pendidikan. Harapannya setelah lulus siswa dapat mengembangkan karir dengan semaksimal mungkin. Dan yang ingin kuliah bisa keterima sesuai dengan PTN yang diminati,” pungkasnya.(cr3/adf)