UIN Walisongo Semarang Siapkan 720 Kuota untuk Mahasiswa Baru

SUASANA: Gedung rektorat UIN Walisong Semarang, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Tahun ini UIN Walisongo Semarang menyiapkan 5.340 kuota untuk penerimaan mahasiswa baru jenjang S-1 dari 39 jurusan/program studi. Berdasarkan informasi di pmb.walisongo.ac.id, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) membuka 5 jurusan S-1 dalam penerimaan mahasiswa baru 2024.

Lima jurusan tersebut antara lain Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Dakwah (MD) yang masing-masing 160 kuota. Untuk jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Manajemen Haji dan Umroh atau MHU disiapkan masing-masing 120 kuota.

Selamat Idulfitri 2024

Adanya masa penerimaan mahasiswa baru ini, Panitia Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN Walisongo Semarang mengadakan sosialisasi untuk para siswa dan guru BK. Kegiatan dilaksanakan di Hotel 21 Purwodadi, belum lama ini. Tim pelaksana terdiri atas dosen dan tendik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Sebanyak 56 orang dari perwakilan guru BK dan para siswa dari madrasah aliyah, SMA, dan SMK negeri maupun swasta dari Grobogan dan Blora hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca juga:  Lima Parpol di Jateng Ajukan PHPU ke MK

Kasi Pendidikan Madrasah Kabupaten Blora, H. A. Imam Syaifuddin Zuhri, M.Si. dalam sambutannya mendorong siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Imam bahkan berniat membuat rumah di sekitar UIN Walisongo untuk para mahasiswa yang kurang mampu tanpa memungut biaya apa pun.

“Di Yogyakarta sudah ada rumah yang ditempati mahasiswa, ada pembimbingnya, dan mereka masak sendiri, niatnya akan dibangun di sekitar UIN Walisongo,” ujar Imam.

Harapan besar untuk melanjutkan kuliah disampaikan narasumber dari Kankemenag Kabupaten Grobogan, H. Fachrur Rozi, M.Si. Ia menyebutkan sangat senang jika ada siswa yang mau masuk ke UIN lalu difasilitasi beasiswa.

Baca juga:  Ram Check, 10 Persen Angkutan belum Penuhi Syarat

“Grobogan ini termasuk daerah miskin sehingga melalui pendidikan, harapannya bisa terangkat kesejahteraannya,” ujarnya. (ara/adf)