Gandeng Ormas, Berantas Kekerasan Perempuan dan Anak

PAPARKAN: Pj Ketua TP PKK Kota Yogyakarta Atik Wulandari saat memberikan pembinaan ormas cegah kekerasan perempuan dan anak, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengajak organisasi kemasyarakatan (Ormas), untuk terlibat mencegah kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Lantaran, ormas memiliki potensi sebagai agen perubahan dan paham dinamika sosial, sehingga perannya diharapkan.

Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Kota Yogyakarta Atik Wulandari mengajak, ormas berkolaborasi memberantas kekerasan seksual di Kota Yogyakarta. Lantaran, saat ini sudah memiliki Perda Nomor 8 Tahun 2020 tentang pembangunan ketahanan keluarga yang didalamnya ada peran dan fungsi keluarga.

“Anak perlu dilindungi dan hak-haknya harus dipenuhi, agar mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Jadi kita mulai dari keluarga. Sehingga, sekarang stop kekerasan pada anak. Semoga bisa berkomitmen,” ujarnya.

Baca juga:  Bawaslu Bantul Libatkan Ormas Cegah Politik Uang

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta Nindyo Dewanto mengatakan, kekerasan seksual merupakan tindakan kriminal yang dampaknya dapat merusak kepercayaan diri dan kesehatan mental korban. Sehingga untuk mencegah itu diperlukan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga penegak hukum dan ormas.

“Peran penting ormas memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Mereka mempunyai akses ke komunitas lokal, pemahaman mendalam tentang dinamika sosial dan kapasitas menggerakkan perubahan positif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pembinaan dan pendidikan ormas dapat menjadi kekuatan yang mendorong kesadaran menghilangkan stigma. Serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan kekerasan seksual. Namun, dalam mengatasinya memerlukan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah dan masyarakat.

Baca juga:  Siaga Hadapi Gempa, SMP IT LHI Yogyakarta Gelar Simulasi Kebencanaan

“Kami mengajak ormas untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Serta menginspirasi kelompok lebih peduli mengenai isu-isu kekerasan seksual,” terangnya.(riz/sam)