Partisipasi Pemilu Susulan di Demak Tinggi

SEMANGAT: Seorang warga menunjukkan surat undangan pemungutan suara saat akan mengikuti Pemungutan Suara Susulan (PSS) Pemilu 2024 di tengah banjir yang masih merendam jalan desa di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, akhir pekan lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sebanyak 114 tempat pemungutan suara (TPS) di 10 desa di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak melaksanakan pemungutan suara susulan (PSS) secara serentak pada Sabtu 24 Februari. Wilayah tersebut harus melaksanakan PSS sebab tergenang banjir hampir selama 2 minggu sejak 6 Februari 2024 lalu.

Koordinator Divisi Humas, Data, dan Informasi Bawaslu Jateng Sosiawan menyebut bahwa partisipasi pemilih di wilayah tersebut cukup baik. Pihaknya mengatakan, tingkat partisipasi rata-rata mencapai 80 persen dari jumlah pemilih 27.669 orang.

“Untuk tingkat partisipasi pemilih cukup baik, karena rata-rata mencapai 80 persen. Bahkan ada yang 95 persen,” katanya pada Joglo Jateng, akhir pekan lalu.

Sosiawan menyampaikan bahwa sejumlah TPS harus direlokasi karena tempat yang semestinya masih tergenang air. Bahkan sejumlah TPS harus menggunakan genset karena listrik yang masih padam akibat banjir. Oleh karena itu, lokasi PSS difokuskan di 68 titik TPS.

“Ada sejumlah TPS yang mengalami relokasi, karena lokasi awal kondisinya tidak memungkinkan dan masih becek. Relokasi dilakukan tidak terlalu jauh dengan lokasi awal. Dukungan pihak PLN sangat luar biasa dengan menyediakan genset untuk lokasi yang masih mengalami gangguan listrik atau padam akibat banjir,” paparnya.

Baca juga:  Bawaslu Kota Semarang Soroti Penjaringan Bakal Calon di Internal Parpol

Sosiawan menyebut belum menemukan dugaan pelanggaran ataupun laporan selama proses PSS berlangsung. Namun ada beberapa catatan sebab lokasi bilik suara yang terlalu berekatan dalam satu TPS.

“Hanya saja ada beberapa catatan tentang kondisi TPS yang kurang ideal. Terutama terlalu dekatnya jarak keempat bilik suara dalam TPS. Sehingga, pemilih bisa saja melihat pilihan pemilih lain,” ujarnya.

Di sisi lain, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengecek langsung penyelenggaraan pemilu susulan di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Sabtu, 24 Februari 2024. Nana mengunjungi 11 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ditempatkan di MTs Nahdlotussibyan, Wonoketingal dan empat TPS di Madrasah Diniyah Wonoketingal daerah setempat.

Baca juga:  Warga di Luar Daerah tak Bisa Gunakan Hak Pilih saat Pilkada

Meskipun hujan sempat mengguyur di daerah tersebut, namun tidak mengurangi antusiasme pemilih dalam mengggunakan hak pilihnya. Nampak para pemilih berbondong-bondong menuju TPS untuk menyalurkan hak pilih.

“Beberapa TPS yang kami cek bersama-sama dengan Forkopimda, menunjukkan bahwa masyarakat semangat, sabar, dan tabah. Mereka menggunakan haknya selaku anak bangsa, selaku warga negara yang baik,” tutur Nana.

Nana menyampaikan, penyelenggaraan pemilu susulan di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak sudah dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Penyelenggaraaanya dilaksanakankan pada H+10 setelah pelaksanaan pemilu pada 14 Februari 2024 lalu.

Ketua KPU Demak, Siti Ulfaati mengaku bersyukur pelaksanaan pemungutan suara susulan dapat berjalan lancar. Meskipun, kondisi cuaca pekan kemarin sedang hujan deras, tetapi, hal itu tak membuat surut para warga yang ingin mencoblos.

“Alhamdulilah kemarin ini untuk pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara susulan di 10 desa di 114 TPS berjalan lancar. Walaupun diiringi hujan yang deras. Ini berkah buat teman semua,” terangnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Musrenbang Provinsi Jateng Wujudkan Perekonomian Berdaya Saing & Berkelanjutan

Ulfaati mengaku belum menemui kendala yang berarti di lapangan. Bahkan, antusiasme warga saat datang ke TPS dinilai baik olehnya. Ada pula satu warga yang sedang sakit dan kebetulan berada di mobil saat berada di tempat pencoblosan.

“Antusiasme warga bagus untuk datang ke TPS termasuk TPS 6 di Desa Cangkring. Ada salah satu warga yang sakit kebetulan berada di mobil, nanti akan kita kirim pakai KSK atau Kotak Suara Keliling,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, ada dua desa yang belum bisa menggunakan aliran listrik di momen pencoblosan ulang secara normal. Seperti, di Desa Wonorejo TPS 13 hingga TPS 16. Untuk Desa Ketanjung ada 2 TPS yang menggunakan genset karena belum memungkinkan adanya aliran listrik. “Semua sudah kita prepare dan semuanya sudah komunikasikan dengan PLN,” tukasnya. (luk/adm/gih)