Tekan Kenaikan Harga, Pemda DIY Upayakan Stok Beras

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Harga beras terus merangkak naik di sejumlah wilayah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan demikian, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY akan berupaya menyediakan stok beras dan kebutuhan pokok lainnya, agar kenaikan harga tidak signifikan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyebutkan, pemerintah telah berusaha melakukan impor beras guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasalnya, saat ini harga beras medium di pasaran berkisar Rp 14.200-15.000 per kilogram, sementara premium Rp 16.000-17.000 per kilogram.

“Meskipun beras telah diimpor, masalah muncul karena kualitasnya tidak sesuai dengan harapan konsumen. Di Jogja, kesadaran akan kesehatan tinggi, sehingga cenderung memilih beras yang enak, jika tidak enak, mereka tidak mau membeli,” ungkapnya.

Baca juga:  KPU Kota Yogyakarta Adakan Sayembara Desain Maskot & Jingle, Ini Cara Daftarnya

Hal ini tentunya menjadi masalah, bahkan beras dari Bulog terkadang tidak diminati. Menurutnya, beras yang ditanam di DIY merupakan premium yang seharusnya panen pada akhir tahun, antara November-Desember.

“Namun, karena curah hujan yang tinggi, musim tanam menjadi terlambat. Sehingga panen besar diperkirakan mundur pada April mendatang,” jelasnya.

Sri Sultan menyoroti, apakah kenaikan harga ini menguntungkan petani atau hanya pedagang saja. Untuk itu, penting melihat daya beli petani juga ikut naik atau tidak. Dengan demikian, saat ini Pemda DIY berupaya menyediakan stok beras dan kebutuhan pokok lainnya agar kenaikan harga tidak signifikan.

Baca juga:  Tak Terapkan Sanksi Keras, Ini Lho Upaya MTsN 9 Bantul Atasi Siswa Tak yang Tertib

“Untuk menjaga stabilitas harga menjadi hal yang penting, karena fluktuasi dapat menyebabkan inflasi yang tidak terkendali. Oleh karena itu, pasokan beras dan kebutuhan pokok lainnya kami usahakan agar terjamin oleh pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan menghindari kenaikan berlebihan,” imbuhnya.(suf/sam)