Harga Beras dan Gabah di Sleman Melebihi HPP

Kepala DP3 Sleman Suparmono
Kepala DP3 Sleman Suparmono. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mengungkapkan harga gabah naik di atas Harga Pokok Penjualan (HPP), yang ditetapkan pemerintah pusat. Hal itu disebabkan akibat menurunnya hasil pertanian di Bumi Sembada.

Dari hasil pantauan DP3 Sleman, harga beras maupun gabah cukup dipengaruhi permintaan dan ketersediaan. Untuk gabah kering panen (GKP) mulai pertengahan Februari mencapai Rp 7.200 per kilogram, gabah kering giling (GKG) Rp 8.500, beras medium Rp 15.000 dan beras premium Rp 17.000.

Harga itu melampaui HPP yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional Republik Indonesia yang mengeluarkan Surat Edaran nomor 47/TS.03.03/K/02/2023. Dalam peraturan itu harga batas bawah gabah Rp 4.200 per kilogram, sedangkan batas atas gabah Rp 4.550 per kilogram. Kemudian, beras medium HPP yang ditetapkan Rp 10.900-11.800 dan beras premium Rp 13.900-14.800.

Baca juga:  DP3AP2KB Kota Yogyakarta Tetapkan Lima Klaster untuk Capai KLA Paripurna

Kepala DP3 Sleman Suparmono mengatakan, produksi padi pada musim tanam pertama tahun ini lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Faktornya disebabkan lantaran anomali cuaca El Nino yang berlangsung dari Oktober 2023 hingga awal tahun kemarin.

Di samping itu, adanya pematian Selokan Mataram dan Van Der Wijck pada Oktober lalu juga cukup berpengaruh. Khususnya terhadap ketersediaan air selama masa tanam padi. “Namun demikian, tetap masih ada panen padi pada sawah yang diairi oleh Sungai Berbah, Ngemplak dan Prambanan,” terangnya.

Pram menambahkan, pada awal tahun ini setidaknya ada sekitar 664 hektare lahan yang berpotensi dapat ditanami. Sementara luas lahan padi yang dapat panen Februari ini mencapai 1.000 hektare.

Baca juga:  Disnakertrans Bantul Gelontorkan Rp32,4 M untuk Program Padat Karya

Pihaknya memprediksi, pada Maret nanti produksi padi mulai meningkat dan mencapai puncaknya atau panen raya di April. Dengan luas lahan mencapai 10.000 hektare dan produksi beras mencapai 37.000 ton.

“Jumlah itu diharapkan mampu mencukupi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran nanti. Serta menjawab kekhawatiran stok pangan. Kami berharap petani bisa menikmati panen saat ini dengan suka cita, seiring harga tinggi yang berlangsung di pasaran,” tandasnya.(bam/sam)