Kudus  

Petani Kudus Minta Pemerintah Stabilkan Harga Gabah

PRODUKSI: Tampak para petani sedang menata hasil panen yang didapatkan belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus diminta para petani Kota Kretek untuk terus menstabilkan harga gabah. Pasalnya, harga gabah kini mencapai Rp 1 juta per kuintalnya saat menjelang panen. Sebelumnya, hanya menyentuh Rp 500 ribu saja.

Petani asal Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Hawi Sukamto berharap agar pemerintah bisa mengatur harga tersebut agar tak merugi banyak. Sebab, ongkos produksi mahal ketika memasuki masa panen. Sehingga banyak petani menggunakan pupuk non subsidi.

Selamat Idulfitri 2024

“Karena subsidi berkurang jatahnya hanya 30 persen. Jadi sekarang petani sudah mampu membeli non subsidi karena harga padi naik,” tandasnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Semarak Tradisi Bulusan, Suguhkan Kirab Gunungan Hingga Beri Makan Bulus

Hal itu harus dilakukan mengingat tingginya harga beras karena situasi negara lain yang sedang perang.  Ditambah dengan impor yang sulit. Untuk negara lain juga mementingkan menjaga ketahanan pangannya. Jadi pemerintah harus cermat dalam mengatur harga pangan.

“Saya juga khawatir untuk daerah Krajan Karangrowo. Ya saat ini bisa panen, tapi sebelah utara banyak airnya. Masalahnya normalisasi lahan Karangrowo belum juga dilaksanakan,” pungkasnya. (adm/fat)