Kudus  

Puluhan Atlet Panahan Bersaing untuk Tiket Popda Jateng

BERJAJAR: Puluhan atlet panahan jenjang SD/SMP/SMA Se derajat saat beradu ketepatan dalam even Popda Kabupaten yang berlangsung di Lapangan Panahan Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, belum lama ini. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 59 atlet panahan jenjang SD/SMP/SMA Se derajat di 9 kecamatan berebut posisi untuk meraih tiket di Popda Jawa Tengah 2024. Atlet binaan Kudus Archery School dan SSA Djarum ini beradu di tiga divisi. Yaitu divisi nasional, divisi compound dan divisi recurve.

Dewan Penasehat Perpani Kudus, Yordan Bagus menyebutkan, pertandingan Popda Kabupaten nantinya akan menjaring tiga atlet putri dan tiga atlet putra untuk maju ke Popda Jawa Tengah. Pihaknya bersama tim pelaksana akan memberikan pelatihan terhadap atlet yang maju ke tingkat Jawa Tengah pada Juni 2024 nanti.

“Atlet yang terseleksi hari ini akan diberikan pembinaan dan pelatihan. Dengan pembagian merata di Kudus Archery School dan SSA. Kami optimis atlet panahan Kudus bisa meraih medali. Apalagi mereka juga atlet jebolan Kejurprov, Kejurnas, PON hingga Sea Games,” ujarnya di Lapangan Panahan Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus pada Sabtu, (24/2).

Baca juga:  Desa Wisata Gebyog Royo Maju Jambore Pokdarwis Jateng

Pertandingan dibagi menjadi dua sesi dengan masing-masing sesi 6 seri. Sementara untuk jarak panahan SD sejauh 25 meter, SMP 30 meter, SMA 30 meter dan Recurve maupun Compound 40.

“Pada Popda Kabupaten kali ini para atlet diuji dengan adanya hujan. Akan tetapi justru hal itulah yang menjadikan mereka semakin memiliki insting dalam memanah. Sehingga di fase berikutnya, para atlet semakin terbentuk mental, kemampuan dan emosional,” katanya.

Yordan menilai, cabang olahraga panahan di Kabupaten Kudus sudah cukup eksis. Peminatnya disebutkan tinggi. Terlebih di beberapa sekolah di Kabupaten Kudus juga sudah memiliki ekstrakurikuler panahan.

Baca juga:  GenBI IAIN Kudus Berdayakan SDM Desa Kedungsari

“Olahraga panahan ini memiliki banyak manfaat untuk generasi muda. Selain meningkatkan sensorik dan motorik. Juga bisa meningkatkan fokus, kesabaran, mental dan emosional,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SD 01 Pladen, Setyowati, mengungkapkan rasa bangganya terhadap dua putrinya yang mewakili Kecamatan Jekulo. Yaitu Aisyah Hilmi Ikhsan Putri kelas yang saat ini duduk di bangku kelas 6 dan Safiya Maritsan Ikhsan Putri yang baru menginjak bangku kelas 4.

“Kami mewakili sekolah dan kecamatan. Dan kami yakin putri kami sudah berusaha maksimal dalam bertanding. Yang penting pengalaman, masalah juara urusan nanti,” tandasnya.

Baca juga:  10 SD/MI di Kudus Terpilih Ikuti Program Sekolah Mitra

Menurutnya, olahraga panahan menjadi olahraga yang mahal. Selain mahal dari segi alat latihan. Mahal dari segi tantangan.

“Panahan tidak seperti sepakbola, ada lawannya. Kalau panahan kan lawannya diri sendiri,” ujarnya.

Setyo menambahkan, kedua putrinya berlatih dari usia 9 tahun. Tidak dipaksa. Dan terinspirasi dari sang ayah.

“Kemauan anak sendiri, mungkin juga sering melihat ayahnya latihan. Dan sejauh ini persiapan keduanya sudah cukup matang,” imbuhnya. (cr1/fat)