Bawaslu Sleman: Partisipasi Pemilih Saat PSU hanya 67%

Ketua Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar
Ketua Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jateng – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman mencatat adanya penurunan angka partisipasi pemilih dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) dibanding hari H pencoblosan Pemilu 14 Februari lalu. Rata-rata partisipan hanya menyentuh angka 67 persen.

Ketua Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar mengungkapkan, secara garis besar jumlah penyelenggaraan PSU dan PSL pada Pemilu kali ini lebih rendah dibanding dengan Hari H Pemilu. Hanya saja, dalam pelaksanaannya terjadi penurunan penggunaan hak pilih dalam PSU dan PSL dibanding saat partisipasi pemilih 14 Februari 2024 lalu.  “Tingkat partisipasi PSU dan PSL bekisar di angka 67 persen rata-rata,” ujarnya, Rabu (28/2/24).

Selamat Idulfitri 2024

Arjuna menambahkan, secara umum ada penurunan penggunaan hak pilih di TPS yang mengadakan PSU. Namun dari sudut pandangnya, penurunan penggunaan hak pilih dalam PSU dan PSL belum tergolong signifikan meski angkanya cukup tinggi. “Iya dari 14 Februari itu ada penurunan tetapi tidak signifikan. Tidak sampai di bawah 50 persen,” tandasnya.

Baca juga:  Dispar Bantul Tambah Personel Hadapi Libur Lebaran

Selain itu, tak semua TPS mengalami penurunan partisipasi pemilih saat gelaran PSU. Arjuna mencatat ada satu TPS yang angka partisipasinya terbilang masih tinggi saat gelaran PSU. TPS tersebut ialah TPS 129 Berbah. “Meskipun ada satu TPS itu yang angka partisipasi 98 persen kalau enggak salah. Itu yang di TPS 129 Berbah,” jelasnya.

Pada Pemilu kali ini, ada 8 PSU dan 5 PSL yang digelar di Sleman. Dari total PSU dan PSL yang dilaksanakan serentak pada Sabtu (24/2) lalu, ada dua TPS yang menggelar PSL dan PSU sekaligus.

Baca juga:  Jelang Idulfitri, Harga Daging Sapi Cenderung Naik

Sebelumnya, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu DIY Umi Illiyina yang meninjau lapangan PSU di TPS 126 Tambakbayan juga menyoroti peluang adanya penurunan partisipasi pemilih saat pelaksanaan PSU. Aspek teknis seperti banyak pemilih yang tidak libur dan bekerja saat PSU membuat penurunan partisipasi pemilih bisa terjadi.

“Mungkin minat pemilih ya itu akan berkurang, karena memang pertama ini bukan hari libur nasional. Kemudian juga buat pemilih yang bekerja masih di hari Sabtu tentunya agak kesulitan untuk membagi waktu untuk datang ke TPS,” katanya. (bam/abd)